Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kebun Karet di Kubar Digusur Tanpa Izin Pemilik, Minta Perusahaan Tanggung Jawab

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 7 Agustus 2025 | 10:31 WIB
DIDUGA BERMASALAH: Alat pengeboran perusahaan yang masih berada di lokasi kebun karet milik Janar, di Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat.
DIDUGA BERMASALAH: Alat pengeboran perusahaan yang masih berada di lokasi kebun karet milik Janar, di Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat.

KALTIMPOST. ID, SENDAWAR-Janar, yang merupakan warga Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, meminta pertanggungjawaban perusahaan atas pengusuran dan pengeboran di lahan miliknya.

Menurutnya, pengusuran dan pengeboran dilakukan tanpa seizinnya. Akibatnya setidaknya 258 pohon karena kena gusuran.

Janar melalui kuasa hukumnya, Kancilius, menuturkan, pada 26 Juli 2025, ada informasi warga kampung Sangsang menyebutkan bahwa perusahaan mengebor di lokasi kebun milik Janar di daerah Sempuan, Kampung Sangsang. "Setelah dapat informasi tersebut, pada 28 Agustus 2025 melakukan pengecekan ke lokasi lahan," terang Kancilius, Kamis (7/8).

Di lokasi lahan kliennya, ada pengusuran dan pengeboran menggunakan alat bor. Akibat kegiatan tersebut, tanam tumbuh di lahan milik Janar yang diduga dirusak perusahaan, ada 258 pohon karet yang rusak. "Hal itu terbukti masih ada kumpulan batang atau pohon karet di pinggir jalan berdiameter 30-40 sentimeter," ucapnya.

Kliennya sudah mengelola lahan tersebut sejak tahun 2005 hingga sekarang. "Jadi sekitar 20 tahun lalu lahan itu sudah dikelola Janar, yang merupakan tanah warisan secara turun temurun," tegasnya.

Janar menuntut ganti rugi perusahaan terkait menyerobot, menggusur dan merusak tanam tumbuh di lahan miliknya. Selain itu, perusahaan harus denda adat sesuai aturan adat yang berlaku di wilayah adat Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai.

"Karena belum ada mediasi dengan pemilik lahan, mesin bor ditahan dan tidak ada aktivitas sebelum ada penyelesaian masalah tersebut," tutupnya.

Kaltim Post berusaha mengonfirmasi perusahaan, namun hingga berita diturunkan belum ada respons. (*)

Editor : Dwi Restu A
#kubar #tanggung jawab #digusur #kebun karet