SENDAWAR - Sejumlah tenaga outsourcing yang berada di bawah Dinas Kesehatan Kutai Barat, mengaku belum mengetahui nasibnya terkait perpanjangan kontrak kerjanya. Tenaga outsourcing yang terdiri dari tenaga satuan pengaman dan sopir dari sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) hingga di Dinas Kesehatan sendiri.
"Kami tidak tahu apakah diperpanjang atau tidak, hanya saja setelah kontrak habis di akhir bulan Januari, kami ditarik kembali oleh perusahaan," ungkap tenaga outsourcing yang meminta namanya tak ditulis, Minggu (1/2/2026).
Belum diperpanjangnya tenaga outsourcing ini, tentu dapat mempengaruhi layanan kesehatan kepada masyarakat. "Contoh sepele, ada yang sakit harus dirujuk misalnya dari Bongan, akan sangat kesulitan ketika ambulans PKM tidak ada sopir, " tandasnya.