KALTIMPOST. ID, SENDAWAR–Tingginya risiko kebakaran permukiman di Kabupaten Kutai Barat masih menjadi tantangan yang harus dihadapi secara serius dan berkelanjutan, mengingat kondisi geografis wilayah yang luas serta keterbatasan sarana prasarana menuntut adanya percepatan response time atau waktu tanggap penanganan kebakaran di tingkat kecamatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menyerahkan unit pemadam kebakaran kepada 10 kecamatan dan mesin pompa apung serta sarana prasarana pendukung.
"Penyerahan bertujuan memperkuat armada pemadam kebakaran, khususnya di wilayah luar ibu kota kabupaten, serta mendistribusikan sarana dan prasarana pemadam secara merata," ujar Sekretaris Daerah Kutai Barat, Ayonius.
Ke depan Pemkab Kubar berharap kesiapsiagaan masyarakat dan petugas terwujud dalam menghadapi keadaan darurat.
Selain itu, keberadaan pompa apung diharapkan mampu memberikan solusi yang fleksibel dalam proses pemadaman kebakaran, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau mobil tangki namun memiliki sumber air seperti sungai dan danau.
"Saya berpesan aset yang diserahkan dapat dijaga dan dirawat dengan baik melalui pemeliharaan rutin, serta digunakan secara bertanggung jawab dan optimal dalam melayani masyarakat," tegasnya.
Lebih dari itu, harapan ke depan adalah adanya peningkatan koordinasi antara relawan di tingkat kecamatan dengan petugas inti kabupaten, sehingga penanganan kebakaran dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terintegrasi.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kutai Barat Yustinus Giri menegaskan, penyerahan mobil pemadam dan pompa apung sebagai sarana penunjang utama dalam penanggulangan bencana kebakaran dan penyelamatan (rescue).
"Untuk meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa, " tegasnya.
Secara keseluruhan, pengadaan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja petugas damkar sebagai garda terdepan dalam penyelamatan dan penanganan bencana.
Editor : Dwi Restu A