SENDAWAR – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat disambut antusias warga, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat, Rion, mengatakan GPM dilaksanakan serentak secara nasional untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di tengah masyarakat.
“Kegiatan hari ini kami siapkan 1.000 sak beras kemasan 5 kilogram, 197 kilogram gula, 100 kilogram bawang merah, 75 kilogram bawang putih, serta telur ayam sebanyak 102 tray,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan GPM masyarakat dibatasi pembeliannya untuk menjaga pemerataan. Setiap warga diperbolehkan membeli maksimal dua sak beras per satu Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sementara untuk komoditas lain, pembelian dibatasi mulai dari satu kilogram, sedangkan telur ayam boleh dibeli lebih dari dua tray.
Menurut Rion, kebijakan pembatasan ini bertujuan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin menegaskan bahwa GPM bukan sekadar pasar murah, tetapi merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
“Tujuannya jelas, untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan gejolak harga pangan dapat ditekan, khususnya menjelang momen meningkatnya kebutuhan bahan pokok.
Editor : Muhammad Ridhuan