KALTIMPOST. ID, SENDAWAR - Puluhan perwakilan masyarakat Kecamatan Bentian Besar Kutai Barat (Kubar) menyampaikan dukungan dan temu publik dengan pemerintah daerah, terkait persoalan angkutan perusahaan sawit yang menggunakan kendaraan Over Load Over Dimension (ODOL), Rabu (18/2/2026).
Pada pertemuan yang diterima langsung oleh Bupati Kubar, Frederick Edwin dan Wakil Nanang Adriani, perwakilan warga Kecamatan Bentian Besar menyampaikan keluhan tentang maraknya angkutan ODOL yang disinyalir penyumbang kerusakan jalan.
Koordinator aksi, Arif Witara mengatakan, aksi damai di lapangan terjadi karena perusahaan angkutan sawit tidak mengindahkan peraturan daerah maupun surat imbauan Bupati terkait pengggunaan kendaraan angkutan wajib menyesuaikan kelas jalan.
"Di lapangan kami membantu, agar surat himbauan Bupati bisa ditaati, selain itu kami inginkan jalan yang layak dilalui, " tegasnya.
Kendaraan angkutan sawit yang membawa muatan melebihi kapasitas jalan kami minta kembali. Sementara itu, Rosaliyen mengungkapkan sebagai masyarakat Kecamatan Bentian Besar sudah tidak percaya janji manis perusahaan.
"Jadi pada dasarnya kami sudah muak dengan janji perusahaan, tidak hanya sampai disitu saat ini mereka juga melobi pihak atau oknum yang berkepentingan dengan mereka, " tegasnya.
Anggota DPRD asal Dapil tiga tersebut, juga menilai perusahaan sawit ini, minim kontribusi positif bagi Kabupaten Kubar. Hal senada, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Bentian Besar, Eman menegaskan saat ini pihaknya inginkan pihak terkait tegas melakukan penindakan terhadap angkutan ODOL.
"Berdasarkan perda dan imbauan Bupati sudah jelas, jadi kami minta dilalukan penindakan, " tegas mantan anggota DPRD Kubar tersebut.
Persoalan angkutan sawit tidak hanya menimbulkan persoalan ODOL atau kerusakan jalan. Namun juga sebuah dilema, disatu sisi kontraktor, driver angkutan sebagian adalah orang Kabupaten Kubar yang miliki keluarga untuk dapat dinafkahi.
Namun di satu sisi angkutan ODOL merugikan masyarakat Kecamatan Bentian Besar yang juga ingin menikmati jalan yang layak dilintasi, kemudahan askes untuk menuju layanan kesehatan dan menunjang berputarnya roda perekonomian masyarakat.
"Menyikapi hal ini, kita akan segera gelar rapat memanggil pihak perusahaan untuk duduk bersama, mencari solusi terbaik," tegas Bupati.
Menurutnya, persoalan ini harus segera diupayakan penyelesaiannya, menginggat saat ini di lapangan BBPJN sedang melakukan perbaikan di sejumlah titik ruas jalan tersebut. "Tentu kita harus menjaga ruas jalan tersebut tetap baik pasca peservasi, " tandasnya. Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi konflik dilapangan. (*)
Editor : Sukri Sikki