Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mengaku Teknisi Diler, Tiga Pria yang Diduga Mencuri Knalpot Mobil di Intu Lingau Kubar Akhirnya Diamankan Warga

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 19 Februari 2026 | 19:49 WIB
Tiga pelaku yang diamankan warga Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kubar.
Tiga pelaku yang diamankan warga Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kubar.

KALTIMPOST.ID-Warga Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kutai Barat (Kubar), mengamankan tiga pria berinisial SS, WH, dan S yang diduga melakukan percobaan pencurian knalpot mobil jenis Grandmax milik warga setempat.

Ketiganya sempat mengaku sebagai teknisi dari dealer mobil untuk meyakinkan korban.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) malam. Petinggi Kampung Intu Lingau, Abed Nego, menjelaskan ketiga pria tersebut datang menggunakan pakaian seragam menyerupai montir dan memperlihatkan kartu identitas (ID card) kepada warga.

Mereka kemudian meminta izin untuk melakukan pengecekan terhadap kendaraan milik mantan kepala adat kampung setempat.

“Karena melihat pakaian dan ID card yang mereka gunakan, warga percaya. Mereka lalu mengecek mobil Grandmax milik korban,” ujar Abed.

Namun, di tengah proses pengecekan, gerak-gerik ketiganya dinilai mencurigakan. Mereka diketahui membuka baut knalpot dan memotong bagian tersebut menggunakan gerinda, padahal kondisi knalpot kendaraan tidak mengalami kerusakan.

Melihat tindakan itu, warga langsung menegur dan memicu kemarahan. Dua dari tiga pelaku sempat melarikan diri menggunakan kendaraan, sementara satu orang tertinggal di lokasi.

Warga kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan dua pelaku lainnya setelah kendaraan yang mereka gunakan masuk ke jalan buntu.

“Warga sempat emosi karena merasa tertipu. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kami segera mengamankan ketiganya ke kantor kampung dan meminta warga menahan diri,” jelas Abed.

Pemerintah kampung kemudian melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pengecekan sementara, ketiga pria tersebut tidak dapat menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) maupun identitas resmi lainnya. Keterangan yang mereka sampaikan juga dinilai berbelit-belit dan tidak konsisten.

“Menurut pengakuan mereka, berasal dari luar Kubar. Namun karena tidak memiliki identitas dan penjelasannya tidak jelas, kami tidak percaya,” tegasnya.

Pihak kampung menduga ketiganya merupakan bagian dari sindikat pencurian knalpot kendaraan jenis Grandmax yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.

Dugaan itu menguat karena komponen catalytic converter pada knalpot memiliki nilai ekonomi tinggi.

Komponen tersebut diketahui mengandung logam mulia seperti palladium, platinum, dan rhodium yang memiliki harga jual tinggi di pasar global, sehingga kerap menjadi target pencurian.

Untuk mengantisipasi potensi konflik di masyarakat, pemerintah kampung segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Damai.

Petugas kepolisian kemudian mengarahkan agar ketiganya diserahkan ke Polres Kutai Barat untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami sudah koordinasi dengan kepolisian. Saat ini penanganan lebih lanjut berada di tangan aparat,” pungkas Abed.

Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap tamu atau pihak yang mengaku sebagai teknisi tanpa identitas jelas, serta segera melapor ke aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (rd)

Editor : Romdani.
#pencuri mobil #penajam paser utara #ibu kota nusantara #amankan warga #Kutai Barat