Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengguna JMO di Kubar–Mahulu Masih Minim, Ini Penyebabnya

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 20 Februari 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kutai Barat.
Ilustrasi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kutai Barat.

KALTIMPOST. ID, SENDAWAR - Penggunaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), terbilang rendah. Salah satu penyebabnya faktor geografis.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kutai Barat, Fajar Mahda Akhmad Sai’dun, mengatakan jumlah pengguna aplikasi JMO di dua kabupaten tersebut baru menyentuh angka 47 persen dari total lebih dari 60 ribu peserta yang terdata di BPJS Ketenagakerjaan dari berbagai sektor.

"Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama, karena belum semua wilayah di Kubar dan Mahulu tercover jaringan internet," terangnya, Jumat (20/2/2026).

Sementara untuk mengakses aplikasi JMO, dibutuhkan koneksi internet. Meski demikian Fajar, tetap mengimbau para tenaga kerja di Kubar dan Mahulu agar memanfaatkan aplikasi JMO ketika berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan internet.

"Melalui pemanfaatan aplikasi ini sangat penting karena memberikan kemudahan layanan secara digital," jelasnya. Untuk diketahui Aplikasi JMO dirancang untuk memberikan akses layanan yang cepat, mudah, dan efisien bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Dan melalui aplikasi JMO, peserta bisa mengecek saldo Jaminan Hari Tua (JHT), mengajukan klaim JHT di bawah Rp15 juta, melakukan pengkinian data, hingga mengakses kartu digital kapan saja dan di mana saja.

Tentunya dengan optimalisasi penggunaan aplikasi JMO, diharapkan kualitas pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja di wilayah Kubar dan Mahulu. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#jamsostek #bpjs ketenagakerjaan #Mahakam Ulu #JMO #Kutai Barat