Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Proyek Jalan Muara Muntai-Belusuh Mulai Dicor, BBPJN Ingatkan Kendaraan ODOL Jangan Melintas

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:06 WIB

DALAM PROSES: Pengecoran jalan ruas Muara Muntai-Sp Belusuh, masih berproses hingga saat ini secara bertahap.
DALAM PROSES: Pengecoran jalan ruas Muara Muntai-Sp Belusuh, masih berproses hingga saat ini secara bertahap.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR-Konektivitas darat di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus bersolek. Saat ini, proyek Preservasi Jalan dan Jembatan ruas Muara Muntai–Nayan– Simpang Belusuh tengah memasuki fase krusial, yakni pengecoran perkerasan beton semen (rigid pavement).

Pantauan di lapangan, kontraktor pelaksana PT Trimurti Perkasa mulai memacu pengerjaan fisik. Untuk menjaga ritme dan kualitas, material beton diproduksi secara mandiri melalui batching plant yang disiagakan di Jalan Poros Petung, Kecamatan Bongan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Novi Ari Nugroho mengungkapkan, pengerjaan beton semen ini merupakan bagian inti dari rekonstruksi jalan pada Tahun Anggaran (TA) 2026. "Target penanganan rekonstruksi jalan untuk ruas ini sepanjang 4,20 kilometer," ungkapnya, Rabu (11/3).

Baca Juga: Raup Muin Pimpin Paripurna Peringatan Hari Jadi Ke-24 PPU: Kenang Perjuangan Pemekaran Daerah  

Demi menjamin kualitas infrastruktur yang tahan lama, proses pengerjaan dikawal ketat oleh konsultan pengawas independen dari PT Widyadaya Bandaran KSO. Pengawasan mencakup pengendalian kuantitas volume hingga pemastian mutu teknis di setiap jengkal jalan yang dicor.

"Seluruh tahapan harus sesuai standar teknis. Pengawasan dilakukan secara berlapis di bawah koordinasi PPK untuk memastikan hasil pekerjaan terjaga mutunya," tegasnya.

Selain fokus pada pengerasan beton, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim juga memprioritaskan penutupan lubang-lubang jalan di titik lain agar jalur tersebut tetap fungsional bagi masyarakat. Novi meminta pengguna jalan untuk bersabar dan tetap waspada selama proses konstruksi berlangsung.

Baca Juga: Ironi Ketahanan Pangan Kaltim: Peringkat Dua Nasional tapi Masih Bergantung Pasokan Luar

Namun, ada catatan penting bagi keberlangsungan jalan ini. BBPJN Kaltim menekankan agar masyarakat dan pelaku usaha mematuhi instruksi Bupati Kutai Barat terkait pembatasan muatan. Masalah kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) masih menjadi ancaman utama bagi umur jalan.

"Kami sangat berharap pengguna jalan mematuhi aturan muatan. Jangan sampai kendaraan ODOL melintas, agar jalan yang sudah dibangun ini tidak cepat rusak dan bisa berfungsi maksimal sesuai masa layannya," tutup Novi. (*)

 

Editor : Dwi Restu A