KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat terus bergerak masif dalam upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Melalui program pelayanan informasi rawan bencana, BPBD Kubar laksanakan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang menyasar 31 kampung se-Kutai Barat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk jemput bola untuk memastikan pesan-pesan keselamatan sampai ke tingkat paling bawah, mengingat karakteristik geografis Kutai Barat memiliki potensi kerawanan.
Baca Juga: Penyegaran Kepemimpinan Sekolah di Kubar, Pj Sekda: Kepsek "Nakhoda" Kualitas Pendidikan
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kubar, Yudianto Rihartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif melainkan sebuah program edukasi lapangan yang krusial.
"Tujuannya agar masyarakat lebih siap, paham risiko di lingkungan mereka, dan tahu persis tindakan apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat. Kita ingin membangun masyarakat yang tangguh dan mandiri," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Melalui kegiatan ini, BPBD memberikan internalisasi budaya sadar risiko, dengan tujuan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi menganggap bencana sebagai kejadian yang tidak terduga, melainkan sebagai risiko yang dipetakan.
Baca Juga: Antrean BBM Mengular di SPBU Melak, Akses Jalan Warga Terganggu
"Dengan paham risiko, warga mampu mengenali tanda-tanda alam dan kerawanan spesifik di kampung mereka secara mandiri," ucapnya.
Masyarakat juga diharap memahami standarisasi respons darurat.
"Masyarakat diedukasi agar tidak panik (chaos), melainkan bertindak sistematis, siapa yang harus dihubungi, ke mana harus menyelamatkan diri, dan bagaimana melakukan pertolongan pertama sebelum bantuan medis atau ahli tiba di lokasi," terangnya.
Membangun masyarakat tangguh dan mandiri berarti mengurangi ketergantungan penuh pada bantuan eksternal saat detik-detik pertama bencana terjadi. Hal ini mengingat letak geografis antar kampung yang berjauhan, kemampuan warga untuk melakukan mitigasi mandiri, seperti pemadaman dini atau pengamanan aset menjadi kunci utama dalam meminimalkan jumlah korban dan kerugian material.
"BPBD Kubar ingin mentransformasi masyarakat dari sekadar objek yang diselamatkan menjadi subjek yang mampu menyelamatkan diri dan lingkungan secara efektif," tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto