KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Arus informasi di era digital yang begitu deras menuntut generasi muda untuk bergerak lebih taktis. Menyadari hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) langsung tancap gas dengan membekali para pelajar SMP jurus khusus: teknik membaca cepat.
Rabu (8/4), Aula Disdikbud di Sendawar tampak riuh. Sebanyak 200 siswa perwakilan SMP se-Kubar berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat. Kegiatan yang diinisiasi Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (9/4) besok.
Sekretaris Disdikbud Kubar, Sriwahyuni, saat membuka acara menegaskan bahwa keterampilan ini bukan lagi sekadar pelengkap hobi, melainkan kebutuhan mendesak untuk bersaing di dunia pendidikan saat ini.
"Target utama kita jelas, yakni mendongkrak nilai Asesmen Nasional (AN). Kami ingin memastikan tidak ada lagi buta aksara fungsional di Kutai Barat," tegas Sriwahyuni di hadapan para peserta.
Baca Juga: Terungkap di Sidang! Ini Rincian Aliran Dana Hibah Rp 100 Miliar DBON Kaltim ke 7 Lembaga Olahraga
Mengapa membaca cepat menjadi kunci? Rupanya, ini adalah strategi jitu untuk menaklukkan soal-soal Asesmen Nasional yang kini didominasi teks naratif dan informatif yang panjang. Jika hanya membaca dengan cara konvensional, siswa berisiko kehabisan waktu sebelum sempat melakukan analisis mendalam.
Dalam bimtek ini, para siswa tidak hanya diajari cara memindai teks dengan kilat, tetapi juga ditekankan pada aspek reading comprehension atau pemahaman bacaan. Mereka dilatih untuk tetap fokus dan mampu menyerap poin-poin penting dalam waktu singkat meski menghadapi teks yang "melelahkan".
Harapan besar pun digantungkan pada pundak para peserta. Sriwahyuni berpesan agar 200 pelajar ini tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, melainkan mampu menjadi "Duta Literasi" di sekolah masing-masing.
"Kami ingin ilmu ini menular. Sepulang dari sini, mereka harus bisa berbagi teknik ini kepada rekan-rekannya agar standar pendidikan di Kutai Barat bisa naik kelas secara merata," pungkasnya.
Dengan adanya sinergi antara siswa dan guru pendamping dalam kegiatan ini, wajah literasi di Bumi Tanaa Purai Ngeriman diharapkan semakin cerah dan siap menghadapi standar pendidikan yang lebih tinggi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo