Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

SD 010 Bongan Gandeng Polsek Edukasi Literasi Digital, Murid Diajak Jadi “Polisi Digital” dan Melek UU ITE Sejak Dini

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 22 April 2026 | 19:36 WIB
Murid SD 010 Bongan yang mendapat materi dari personel Polsek Bongan.
Murid SD 010 Bongan yang mendapat materi dari personel Polsek Bongan.

KALTIMPOST.ID-SD 010 Bongan, Kecamatan Bongan, Kutai Barat (Kubar) menggandeng Polsek Bongan menggelar sosialisasi literasi digital dan edukasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bagi siswa.

Kegiatan itu menjadi langkah preventif menghadapi derasnya arus informasi digital yang kini semakin mudah diakses anak usia sekolah dasar.

Kepala SD 010 Bongan Yusuf mengatakan penggunaan gawai dan media sosial di kalangan siswa tidak dapat dihindari.

Namun, tanpa pendampingan dan pemahaman yang tepat, anak-anak berisiko menjadi korban maupun pelaku penyebaran konten negatif.

“Anak-anak sekarang sudah sangat akrab dengan teknologi. Edukasi ini penting agar mereka memahami cara menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya, Rabu (22/4).

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Hilirisasi Batu Bara Kaltim Belum Optimal, Pimpinan DPRD Soroti Kesiapan Infrastruktur, Regulasi, dan Dampak terhadap PAD

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di luar ruang kelas tersebut, personel Polsek Bongan menyampaikan materi secara sederhana dan interaktif.

Fokus pembahasan meliputi pengenalan hoaks, bahaya ujaran kebencian, serta batasan hukum dalam penggunaan media sosial sesuai ketentuan UU ITE.

Para murid diajak memahami bahwa aktivitas di dunia digital memiliki konsekuensi hukum. Mereka juga diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta lebih selektif dalam mengonsumsi konten.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, bahkan aktif mengajukan pertanyaan terkait konten yang sering mereka temui di media sosial.

Yusuf berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun karakter murid.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan etika dalam penggunaan teknologi.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Perang Timur Tengah Dongkrak Harga Batu Bara, BI Sebut Jadi Peluang untuk Ekspor Kaltim

“Kami ingin murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam bermedia sosial,” katanya.

Kerja sama antara sekolah dan kepolisian ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dini, melalui peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan itu, diharapkan murid memiliki kemampuan menyaring informasi serta memahami dampak dari setiap aktivitas digital yang dilakukan.

Langkah tersebut dinilai penting dalam menciptakan generasi yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab di era digital. (rd)

Editor : Romdani.
#edukasi anak #pendidikan karakter #Kutai Barat #literasi digital #Sekolah Dasar (SD)