KALTIMPOST.ID-Polemik jasa pelayanan (jaspel) di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) dipastikan tidak mengganggu layanan kesehatan bagi masyarakat Kutai Barat (Kubar).
Manajemen rumah sakit menegaskan komitmen menjaga mutu pelayanan di tengah dinamika internal yang berkembang.
Direktur RSUD HIS dr I Nyoman Sumahardika menekankan seluruh tenaga kesehatan (nakes) wajib memberikan pelayanan maksimal kepada pasien tanpa pengecualian. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi penolakan pasien dalam kondisi apa pun.
“Tidak boleh menolak pasien, tidak boleh menelantarkan pasien. Pelayanan harus dijaga dengan prinsip 5S, yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun,” ujarnya, Rabu (22/4).
Menurutnya, profesi di bidang kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tugas administratif, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Maka, setiap tenaga medis diminta tetap mengedepankan empati dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia mengingatkan pentingnya perspektif pelayanan yang berorientasi pada pasien. Tenaga kesehatan diminta mampu menempatkan diri pada posisi pasien yang datang untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Coba bayangkan jika kita berada di posisi pasien. Walaupun hanya keluhan ringan, mereka tetap membutuhkan pelayanan yang baik dan manusiawi,” tegasnya.
Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, manajemen RSUD HIS membuka kanal pengaduan bagi masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk keterbukaan rumah sakit terhadap evaluasi publik. Manajemen menegaskan bahwa persoalan administrasi maupun jaspel tidak boleh berdampak pada kualitas tindakan medis yang diberikan kepada pasien.
“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat. Jika ada kendala pelayanan, silakan disampaikan. Kami pastikan akan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Di tengah meningkatnya tuntutan layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas, komitmen ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
RSUD HIS diharapkan mampu terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Dengan penguatan sistem pelayanan dan pengawasan internal, pihak rumah sakit optimistis dapat menjaga stabilitas layanan sekaligus menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan daerah. (rd)
Editor : Romdani.