KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Estafet kepemimpinan pemuda di Bumi Tanaa Purai Ngeriman resmi berganti. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Barat periode 2026–2029 dilantik di Ruang Aji Tulur Jejangkat, Rabu (22/4/2026) malam.
Ferlita Ananda resmi menakhodai organisasi tersebut, didampingi Dedi Dores sebagai sekretaris dan Amirul sebagai bendahara. Di bawah kepemimpinannya, KNPI diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah berbasis kepemudaan.
Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Kamisius Junaidi, serta pengurus KNPI Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang dibacakan Kamisius Junaidi, ditegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting bagi pemuda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan selamat kepada Ferlita Ananda. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi awal dari tanggung jawab besar. Pemuda adalah agen perubahan, dan KNPI harus menjadi wadah pemersatu,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menitipkan dua pesan utama kepada pengurus baru. Pertama, memperkuat sinergi sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi pemuda. Kedua, menjaga soliditas internal agar tidak terpecah oleh dinamika politik maupun sosial.
“KNPI harus bersatu, bergerak nyata, dan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk menjawab tantangan bonus demografi,” tegasnya.
Baca Juga: Manchester City Kudeta Arsenal dari Puncak Klasemen Liga Inggris Usai Kalahkan Burnley 1-0
Sementara itu, Ferlita Ananda menegaskan komitmennya menjadikan KNPI sebagai rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan di Kutai Barat.
Menurutnya, KNPI harus hadir membawa solusi dan tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial.
“KNPI tidak boleh hanya terjebak dalam kegiatan simbolis. Kami harus menjadi tonggak perubahan dan mitra konstruktif bagi pemerintah. Fokus kami adalah kolaborasi, bukan kompetisi yang tidak sehat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersiap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan daya saing dan integritas.
“Kita kuat karena bersatu. Mari bangun Kutai Barat dengan dedikasi tinggi,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi