Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Momen Hari Kartini dan Hari Bumi, Pelajar di Kubar Bagikan Bibit Pohon hingga Pupuk ke Warga

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 24 April 2026 | 20:04 WIB
CINTAI BUMI: Aksi pelajar SMK Ave Bungan Tana saat bagikan bibit dan pupuk kompos kepada masyarakat.
CINTAI BUMI: Aksi pelajar SMK Ave Bungan Tana saat bagikan bibit dan pupuk kompos kepada masyarakat di Bundaran Tugu Kecamatan Linggang Bigung.

SENDAWAR – Bundaran Tugu Kecamatan Linggang Bigung mendadak hijau pada Jumat (24/4/2026). Puluhan siswa berseragam tampak antusias membagikan bibit pohon dan pupuk kompos kepada setiap warga yang melintas. Bukan sekadar bagi-bagi gratis, aksi ini merupakan pembuktian kualitas SMK Ave Bungan Tana dalam mendidik siswanya mencintai bumi sekaligus berkarya nyata.

​Momen peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi tahun ini dimanfaatkan sekolah tersebut untuk "pamer" hasil karya didikannya. Bibit kakao, durian, hingga manggis yang dibagikan bukan dibeli dari tengkulak, melainkan hasil budi daya mandiri para siswa di sekolah.

Baca Juga: Jemput Bola di Bongan, ‘Lentera Kubar’ Terangi Legalitas Hukum Ratusan Pasangan ​

​Ketua Panitia kegiatan, Alfred, mengungkapkan bahwa seluruh paket yang dibagikan, termasuk pupuk kompos, adalah buah dari proses pembelajaran praktik di SMK Ave Bungan Tana. Hal ini menjadi bukti bahwa dunia vokasi di Kutai Barat mampu menghasilkan produk yang bermanfaat langsung bagi publik.

"Bibit tanaman dan pupuk kompos ini adalah hasil karya siswa-siswi kami. Kegiatan ini bukan hanya soal nilai di kelas, tapi bagaimana pendidikan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," tegas Alfred.

Inisiatif ini pun menuai pujian dari pemerintah setempat. Camat Linggang Bigung, Kristian, yang hadir langsung di lokasi, menyebut aksi siswa ini sebagai pemantik semangat bagi warga untuk kembali ke lahan pertanian. Dengan bibit produktif seperti durian dan kakao, warga diharapkan bisa meningkatkan nilai ekonomi lahan kosong mereka.

“Kami sangat mengapresiasi SMK Ave Bungan Tana. Harapannya, masyarakat termotivasi memanfaatkan lahan kosong dengan tanaman produktif. Ini adalah langkah konkret menuju ketahanan pangan yang dimulai dari kepedulian generasi muda,” ujar Kristian.

Baca Juga: 13 Tahun Menanti Manisnya Bisnis Sawit, Petani di Siluq Ngurai Justru Punya Utang Miliaran Rupiah

Aksi ini memberikan dua dampak sekaligus bagi wilayah Linggang Bigung, pertama penambahan populasi pohon produktif untuk menjaga ekosistem hijau. Kedua

​Edukasi, mengubah stigma generasi muda terhadap dunia pertanian dan perkebunan menjadi lebih modern dan membanggakan.

​Melalui pembagian bibit ini, SMK Ave Bungan Tana berhasil menunjukkan bahwa sekolah bukan lagi menara gading yang jauh dari masyarakat, melainkan mesin penggerak perubahan lingkungan yang dimulai dari tangan-tangan kreatif para siswanya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#pupuk kompos #dunia vokasi #hari kartini #Kutai Barat