KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Kutai Barat (Kubar) tahun ini berlangsung berbeda dari biasanya. Tidak hanya upacara formal, Polres Kubar memilih cara yang lebih santai dan interaktif untuk mempererat kebersamaan.
Melalui konsep “Sport, Fun, and Solidarity”, Polres Kubar menggelar turnamen Fun Tennis yang akan berlangsung di Lapangan Tenis Kejaksaan Kutai Barat pada 5–7 Mei 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan antara kepolisian, masyarakat, dan para stakeholder melalui pendekatan komunitas atau community policing.
Baca Juga: Pria Tewas di Parit Sangatta Kutim, Diduga Kecelakaan Tunggal, Polisi Selidiki
Wakapolres Kubar, Kompol Subari, menegaskan bahwa momentum 80 tahun Bhayangkara menjadi waktu yang tepat untuk terus bertransformasi. Menurutnya, olahraga menjadi sarana efektif untuk mencairkan batas antara aparat dan masyarakat.
“Kami ingin merawat silaturahmi dengan cara yang lebih segar. Karena itu kami ambil tema Fun dan Solidarity. Di sini, pangkat dan jabatan kita simpan dulu di loker, kita bertemu sebagai sesama pecinta olahraga,” ujar Kompol Subari, Senin (4/5/2026).
Menariknya, turnamen ini tidak hanya berisi pertandingan formal. Panitia juga menyiapkan berbagai permainan dan tantangan (challenge) di sela laga untuk menjaga suasana tetap hangat dan penuh keakraban.
Selain itu, kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum. Peserta tidak dibatasi hanya untuk pemain berpengalaman, tetapi juga memberi ruang bagi pemula hingga level profesional.
Seluruh rangkaian kegiatan ini digelar secara gratis tanpa biaya pendaftaran. Hal tersebut menjadi bentuk apresiasi Polres Kubar kepada masyarakat yang selama ini turut menjaga kondusivitas wilayah Kutai Barat.
Sebagai tambahan, panitia juga menyiapkan uang pembinaan, hadiah menarik, hingga doorprize bagi para peserta yang beruntung.
Pemilihan Lapangan Tenis Kejaksaan Kutai Barat sebagai lokasi kegiatan juga menjadi simbol sinergi antar-lembaga penegak hukum di daerah tersebut.
Selama tiga hari pelaksanaan, suasana yang biasanya formal di lingkungan kerja diharapkan berubah menjadi lebih cair di arena pertandingan.
Bagi masyarakat Kutai Barat, ajang ini diprediksi menjadi salah satu hiburan sekaligus daya tarik di awal Mei 2026.
Raket mungkin saling beradu di lapangan, namun semangat kebersamaan tetap menjadi kemenangan utama. (*)
Editor : Ery Supriyadi