Dilema Pelajar Kubar, Tak Ada Angkutan Umum, Motor Jadi Pilihan, Keselamatan Jadi Taruhan
Sunardi Kaltim Post• Senin, 4 Mei 2026 | 14:03 WIB
UNTUK KESELAMSTAN: Dishub Kubar sosialiasi lalu lintas di SMA 1 Sendawar.
KALTIMPOST.ID, SENDAWAR–Keterbatasan moda transportasi publik di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membawa konsekuensi serius bagi dunia pendidikan. Minimnya pilihan angkutan umum memaksa para pelajar menggunakan kendaraan pribadi demi mencapai sekolah tepat waktu.
Kondisi itu disikapi serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar, dengan memperkuat kampanye keselamatan di lingkungan pendidikan.
Salah satu aksi nyata dilakukan di SMA 1 Melak, Kecamatan Melak. Dishub hadir memberikan pemahaman mendalam mengenai etika berlalu lintas dan penggunaan alat keselamatan. Hal itu dilakukan mengingat tingginya mobilitas siswa yang menggunakan sepeda motor di jalan raya setiap harinya.
Plt Kepala Dishub Kubar Rita Nursandy mengungkapkan, edukasi itu menjadi langkah krusial. Dia tidak menampik bahwa realita di lapangan memang belum memungkinkan pelajar untuk beralih ke transportasi umum massal.
"Kami menyadari tantangan di Kutai Barat adalah belum adanya angkutan umum massal bagi pelajar. Kondisi itu memaksa mereka menggunakan kendaraan pribadi. Namun, keterpaksaan tidak boleh mengorbankan keselamatan. Itu mengapa edukasi penggunaan helm dan cara berkendara yang benar sangat krusial," tegasnya, Senin (4/5).
Fokus kampanye bukan sekadar sosialisasi teknis, melainkan upaya membangun kesadaran agar pelajar tidak mengabaikan alat keselamatan standar, terutama helm, meski jarak tempuh menuju sekolah tergolong dekat.
Gerakan itu dipastikan akan semakin masif. Pemkab Kubar melalui Dishub telah merancang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Polres Kubar dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Agenda besar tersebut dijadwalkan berlangsung serentak pada 11 Mei 2026 mendatang.
Tim gabungan nantinya akan menyisir sejumlah sekolah untuk memberikan pembekalan komprehensif. Selain materi keselamatan jalan raya dari sisi teknis perhubungan, para siswa juga akan dibekali pemahaman hukum lalu lintas dari kepolisian, serta edukasi pencegahan bahaya narkoba dari BNK.
Melalui langkah jemput bola, pemerintah daerah berharap keselamatan pelajar di jalan raya dapat lebih terjamin, sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif narkotika di wilayah Bumi Tanaa Purai Ngeriman. (*)