SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di wilayah Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kutai Barat, Kamius Junaidi, saat mengikuti Forum Group Diskusi (FGD) virtual terkait peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026 bersama BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang diikuti dari Ruang Rapat Kerja Sekretariat Daerah Kubar tersebut menjadi ajang sinkronisasi langkah antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan. Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, dalam arahannya menekankan pentingnya memperluas cakupan jaminan sosial, terutama bagi para pekerja di sektor informal yang selama ini masih minim perlindungan.
"Program BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan rasa aman melalui berbagai manfaat perlindungan, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan hari tua," jelasnya.
Langkah percepatan UCJ ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya visi Kaltim sukses menuju generasi emas melalui kolaborasi yang solid antar pemerintah daerah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Ady Hendratta, menyebutkan bahwa sinergi dan komitmen kuat dari pemerintah kabupaten maupun kota menjadi kunci utama agar target cakupan perlindungan sosial dapat segera tercapai secara merata.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat diharapkan semakin memperkuat koordinasi untuk menyasar kelompok pekerja yang lebih luas, seperti aparatur desa, kader sosial, petani, hingga nelayan. Forum ini sekaligus menjadi wadah untuk menyusun langkah strategis agar perlindungan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan Timur dapat berjalan secara lebih berkelanjutan. (*)
Editor : Ismet Rifani