Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ismael Thomas Bakar Semangat Anak Muda di Bung Karno Cup I, Ingatkan Sejarah Perjuangan dan Pentingnya Merawat Sempekat

Sunardi Kaltim Post • Sabtu, 9 Mei 2026 | 19:33 WIB
KEBERSAMAAN: Ketua DPC PDIP Kutai Barat, Frederick Edwin bersama Tokoh PDIP Kubar, Ismael Thomas saat pembukaan turnamen Bung Karno. IST/KP
KEBERSAMAAN: Ketua DPC PDIP Kutai Barat, Frederick Edwin bersama Tokoh PDIP Kubar, Ismael Thomas saat pembukaan turnamen Bung Karno. IST/KP

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR – Gemuruh sorak sorai penonton memecah kesunyian di Lapangan Sepakbola Rarakuta, Barong Tongkok, Sabtu (9/5/2026). Di tengah barisan atlet muda yang siap berlaga dalam Turnamen Sepakbola dan Bola Voli Bung Karno Cup I, hadir sosok familiar bagi masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman, Ismael Thomas.

​Mantan Anggota DPR RI sekaligus politikus senior PDI Perjuangan ini hadir bukan sekadar sebagai tamu undangan. Ia membawa pesan mendalam tentang napas perjuangan yang harus diwarisi oleh generasi zilenial dan milenial Kutai Barat (Kubar), khususnya melalui jalur olahraga.

​Dalam orasinya yang mengalir penuh nostalgia, Bupati Kubar periode 2006-2016 ini mengajak para pemuda untuk tidak hanya mengejar prestasi di lapangan hijau, tetapi juga merawat "Sempekat" (kebersamaan) sebagai fondasi membangun daerah.

​Di hadapan ribuan pasang mata, Ismael Thomas sempat melakukan kilas balik. Ia menceritakan bagaimana partai berlambang banteng moncong putih itu harus terseok-seok sebelum era reformasi dan pemekaran kabupaten. Sebagai kelompok yang kala itu dianggap oposisi oleh penguasa, tekanan dan jatuh bangun menjadi "makanan" sehari-hari para kader.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Prancis 2026: Bagnaia Pole, Marc Marquez Kalah Tipis di Le Mans

Namun, sejarah mencatat keteguhan itu berbuah manis. Pasca-pemekaran Kubar, Ismael bersama 11 rekan lainnya mencatatkan sejarah sebagai anggota DPRD pertama di kabupaten ini.

​"Jadi tentu sekali lagi, ini adalah perkara kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga menjadikan kita besar hingga saat ini," ucap Ismael dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa.

​Ia menambahkan bahwa dominasi kader PDI Perjuangan di kursi kepemimpinan daerah sejak 20 April 2001 hingga saat ini adalah bukti kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dengan kinerja nyata. "Selama hampir 27 tahun kita masih tetap eksis. Ini juga yang mesti kita pertahankan," tegasnya.

Baca Juga: Indonesia Jadi Target Baru Judol Internasional, Polri Ungkap Eksodus Server dari Kamboja dan Myanmar

​Bagi Ismael, Turnamen Bung Karno Cup I ini bukan sekadar ajang adu otot dan strategi. Baginya, ini adalah miniatur pembangunan. Menurutnya, semangat juang yang ditunjukkan para atlet di lapangan voli dan sepakbola harus ditransformasikan ke dalam pembangunan daerah di berbagai lini.

​"Inilah yang saya harapkan menjadi motivasi bagi kita, bagaimana kita terus membangun daerah kita ini dari segala bidang; pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi, pembangunan budaya, pembangunan hukum dan hukum adat, hingga bidang lainnya," lanjut politikus senior tersebut.

​Di akhir sambutannya, Ismael menitipkan pesan khusus agar para atlet tetap menjunjung tinggi sportivitas. Baginya, integritas di lapangan adalah cerminan integritas dalam membangun masa depan Kubar yang lebih sejahtera, aman, dan beradat.

​Kehadiran sosok Ismael Thomas di Lapangan Rarakuta seolah memberi penegasan, bahwa sejarah tidak boleh dilupakan, dan masa depan Kutai Barat ada di pundak pemuda yang memiliki semangat juang layaknya Sang Proklamator, Bung Karno.

​Pembukaan turnamen ini pun ditandai dengan seremoni tendangan bola pertama, menandai dimulainya persaingan sehat antar-kecamatan yang akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Menariknya, gelaran Bung Karno Cup I 2026 ini tercatat dalam lembaran sejarah sebagai turnamen olahraga perdana yang mengusung nama Sang Proklamator di Kutai Barat. Sebagai edisi pembuka, ajang ini tidak hanya memburu prestasi, tetapi menjadi laboratorium perdana untuk menjaring talenta lokal yang selama ini tersembunyi di pelosok kampung.

​Penyelenggaraan perdana ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi tradisi olahraga tahunan di Barong Tongkok. Dengan standar kompetisi yang mulai tertata, Bung Karno Cup I diproyeksikan menjadi role model bagi turnamen-turnamen berikutnya dalam menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui kehadiran UMKM di pinggir lapangan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#PDIP Kubar #Bung Karno Cup 2026 #turnamen sepak bola Kubar #Ismael Thomas #Kutai Barat