KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mulai mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di ruas Tering–Long Bagun (Sp. Long Hubung–Long Bagun 8). Proyek ini kini memasuki tahap penting, yakni pembangunan sistem drainase bawah jalan atau cross drain.
Memasuki pertengahan tahun, pekerjaan fisik mulai terlihat di lapangan. Alat berat mulai beroperasi di Segmen 1, tepatnya pada STA 44+300, yang menjadi titik awal pembangunan struktur box culvert.
Struktur ini dirancang untuk melindungi badan jalan dari potensi kerusakan akibat aliran air permukaan, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Mahakam Ulu.
Baca Juga: Paser Siap Jadi Pusat Sport Tourism Dunia, Gandeng Poltekpar NHI Bandung
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kaltim, Prima F, menegaskan bahwa sistem drainase merupakan faktor kunci dalam menjaga ketahanan jalan di kawasan tersebut.
“Pembangunan box culvert ini bukan sekadar mengalirkan air, tetapi menjadi proteksi utama agar stabilitas badan jalan tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan struktural saat hujan lebat,” ujar Prima, Minggu (10/5/2026).
Box culvert yang dibangun di STA 44+300 memiliki dimensi cukup besar, yakni 5 meter x 3 meter. Ukuran tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan yang memiliki debit aliran air tinggi saat musim hujan.
Secara keseluruhan, BBPJN Kaltim telah merencanakan delapan titik pembangunan box culvert di sepanjang ruas jalan tersebut. Rinciannya, tiga unit berada di Segmen 1 dan lima unit di Segmen 2.
“Seluruh desain sudah dihitung untuk kebutuhan jangka panjang agar jalan lebih aman dan andal,” tambahnya.
Di lapangan, tim teknis saat ini tengah melakukan pekerjaan awal seperti penggalian dan penyiapan dasar struktur. Proses ini dilakukan dengan pengawasan ketat, terutama pada elevasi dan arah aliran air.
Kesalahan kecil dalam kemiringan konstruksi dapat berdampak pada penumpukan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air di kemudian hari.
Selain memperkuat ketahanan jalan, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat di wilayah hulu Mahakam. Dengan sistem drainase yang lebih baik, risiko genangan air yang selama ini mengganggu akses warga dapat diminimalkan.
Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur di kawasan perbatasan Kalimantan Timur. Jika rampung sesuai target, ruas Tering–Long Bagun diharapkan semakin andal dan mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem di wilayah pedalaman. (*)
Editor : Ery Supriyadi