KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Suasana apel rutin di halaman RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) pada Senin (11/5/2026) pagi terasa berbeda. Tak sekadar baris-berbaris formal, ada semburat haru yang menyelimuti wajah-wajah tenaga medis dan staf.
Sang nakhoda, dr I Nyoman Sumahardika memilih momen tersebut untuk menyampaikan untaian kalimat perpisahan di ujung masa jabatannya sebagai Direktur RSUD HIS.
Di bawah langit Kutai Barat yang teduh, dr I Nyoman Sumahardika berdiri dengan tenang. Baginya, menanggalkan jabatan bukan berarti memutus ikatan emosional dengan rumah sakit plat merah tersebut. Ia mengaku, perjalanan memimpin RSUD HIS adalah sebuah perjalanan spiritual dan kemanusiaan yang mendalam.
Baca Juga: Iklim Investasi Kalimantan Disebut Bergantung pada Cara Media Membingkai Isu
“Kesan saya baik-baik saja. Selama menjabat, saya banyak diberi kesempatan untuk membantu orang. Itu pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya dengan nada suara yang tulus, disambut hening para peserta apel.
Baginya, kursi kepemimpinan hanyalah sarana. Inti dari eksistensi seorang tenaga kesehatan adalah sejauh mana mereka bisa menjadi jawaban atas kesulitan masyarakat. Ia berkali-kali menekankan bahwa melayani pasien tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata.
Ada pesan mendalam yang ia titipkan kepada para sejawat medis dan staf administrasi yang selama ini membantunya. Ia ingin standar pelayanan yang sudah dibangun tidak luntur, melainkan terus dipupuk dengan rasa kemanusiaan.
Disiplin sebagai fondasi, menjaga ritme kerja demi efektivitas penanganan pasien.
Selain itu Kekompakan internal, membangun ekosistem kerja yang harmonis agar pelayanan tidak terhambat ego sektoral.
Dan Pelayanan humanis, mengedepankan senyum dan empati di setiap bangsal perawatan.
“Saya berpesan kepada seluruh staf agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kutai Barat. Ingat, pelayanan kesehatan itu bentuk pengabdian,” tegas sosok yang dikenal dekat dengan bawahannya ini.
Selama masa kepemimpinannya, dr Nyoman Sumahardika dikenal tak memiliki sekat dengan para pegawai. Maka tak heran, usai apel, suasana cair berubah menjadi haru. Beberapa perawat dan staf tampak berkaca-kaca saat bersalaman dengannya.
RSUD HIS di bawah arahannya memang terus berbenah meningkatkan kualitas layanan. Namun, bagi dr Nyoman Sumahardika prestasi terbaik bukanlah deretan piagam, melainkan kepuasan warga Bumi Tana Purai Ngeriman yang pulang dengan senyum kesembuhan.
Kini, tongkat estafet akan segera berpindah. Namun, semangat "Melayani dengan Hati" yang kerap ia dengungkan diharapkan tetap bergema di setiap lorong rumah sakit kebanggaan masyarakat Kutai Barat tersebut. (*)
Editor : Duito Susanto