SENDAWAR – Mengubah pola pikir anak-anak terhadap sayur dan ikan bukan perkara mudah. Namun, melalui sentuhan kreativitas, bahan pangan yang sering dihindari anak-anak bisa berubah menjadi hidangan menggoda.
Inilah yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kutai Barat (Kubar) melalui agenda cooking class di Gedung PKK, Selasa (12/5).
Acara bertajuk Pelangi di Piringku: Anak Sehat, Kreatif, dan Mandiri itu digawangi Pokja III. Kegiatan tersebut menyasar pelajar jenjang SD dan SMP. Tujuannya konkret, yakni memutus rantai pola makan tidak sehat (junk food) dan menggantinya dengan pemahaman gizi seimbang sejak dini.
Baca Juga: Ratusan Siswa Se-Kutai Barat Unjuk Bakat di FLS3N
Di tangan para peserta, bahan pangan lokal diolah menjadi menu bergizi dengan tampilan menarik. Ketua TP PKK Kubar, Maria Christina Frederick Edwin, menegaskan bahwa edukasi ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas kesehatan masyarakat Kubar.
"Pengenalan pola makan sehat harus dimulai sejak dini. Kami ingin anak-anak punya kebiasaan positif dalam memilih apa yang mereka konsumsi. Ini komitmen kami mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera," tegas Maria.
Baca Juga: BI Kaltim Dorong UMKM Halal Tembus Pembiayaan Rp 3,27 Miliar
Hadir memberikan dukungan penuh, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin melihat kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, masalah kesehatan seperti stunting sering kali berakar dari kurangnya literasi pangan di tingkat keluarga.
"Cooking class ini langkah strategis. Selain mendukung pencegahan stunting, anak-anak dilatih mandiri dan kreatif. Kami ingin mereka lebih menyukai ikan dan sayur melalui olahan yang lezat dan menarik," ujar Bupati.
Melalui kegiatan ini, poin utamaanya adalah dampak kegiatan. Meliputi literasi gizi, agar anak-anak mampu membedakan bahan pangan sehat dan tidak sehat.
Memudian kemandirian dengan melatih keterampilan dasar memasak agar anak tidak tergantung pada makanan instan. Pencegahan stunting, intervensi gizi dari hulu dengan memperbaiki pola konsumsi generasi muda. Serta ekonomi kreatif dengan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang memiliki nilai jual dan gizi tinggi.
Bupati berharap, inovasi dari TP PKK ini tidak berhenti di sini, namun terus meluas jangkauannya ke kecamatan-kecamatan lain agar dampak positifnya merata di seluruh Bumi Tanaa Purai Ngeriman. (*)
Editor : Sukri Sikki