KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan di kawasan hulu. Kali ini, pembenahan sistem drainase di ruas Muara Muntai–Nayan menjadi prioritas untuk menjaga kemantapan jalur logistik dan konektivitas antarwilayah.
Langkah tersebut dilakukan guna memperpanjang umur konstruksi jalan sekaligus mengantisipasi banjir yang kerap merusak badan jalan.
Melalui Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.7 Provinsi Kalimantan Timur, BBPJN saat ini mengerjakan pembangunan saluran drainase di ruas Muara Muntai hingga Simpang Belusuh.
Pekerjaan tersebut masuk dalam Paket Kontraktual Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Muara Muntai–Nayan–Simpang Belusuh.
Baca Juga: 15 ASN Kutim Diduga Akali Absensi E-Kinerja, DPRD Minta Audit Menyeluruh
Selain meningkatkan fungsi drainase jalan, proyek itu juga bertujuan mencegah genangan air yang berpotensi merusak badan jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pengawas Lapangan PPK 1.7 BBPJN Kalimantan Timur, Salim, mengatakan pembangunan saluran drainase dilakukan agar aliran air lebih lancar dan tidak menggenangi badan jalan.
“Keberadaan drainase yang baik sangat berpengaruh terhadap umur konstruksi jalan. Jika aliran air tidak tertangani dengan baik, kerusakan jalan akan lebih cepat terjadi, terutama saat intensitas hujan tinggi,” ujarnya kepada Kaltim Post, Rabu (20/5/2026).
Selain pembangunan drainase melalui paket kontraktual, BBPJN Kalimantan Timur juga memprioritaskan pembersihan drainase sebagai bagian dari penanganan preservasi jalan di wilayah kerja PPK 1.7.
Kegiatan pembersihan tersebut melibatkan masyarakat melalui program padat karya rutin jalan. Tujuannya untuk memastikan sistem drainase tetap berfungsi optimal.
Di lapangan, tim padat karya bekerja secara bertahap menggunakan peralatan manual untuk mengangkat sedimen, sampah, dan material yang menyumbat aliran air.
“Pembersihan dilakukan menyeluruh agar kapasitas tampung drainase kembali normal,” tegas Salim.
BBPJN Kalimantan Timur memastikan penanganan infrastruktur jalan dan drainase akan terus dilakukan demi meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat.
Dengan sistem drainase yang optimal, konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur diharapkan tetap terjaga tanpa hambatan berarti. (*)
Editor : Ery Supriyadi