SAMARINDA – Pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang II Angkatan 605, 606, 607, 608, dan 609 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi ditutup. Prosesi penutupan berlangsung khidmat di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas, profesionalitas, serta pemahaman aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.
Kepala BPSDM Provinsi Kaltim, Nina Dewi, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin dinamis. Oleh karena itu, ASN PPPK dituntut untuk tidak hanya cakap dalam urusan administratif, melainkan harus mampu berinovasi.
"ASN PPPK harus mampu menjadi bagian dari solusi dan agen perubahan dalam menghadapi tuntutan birokrasi yang semakin adaptif, digital, dan berorientasi pada pelayanan publik," ujar Nina Dewi.
Ia menambahkan, orientasi ini menjadi bekal krusial bagi para peserta untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN, budaya kerja organisasi, etika birokrasi, serta implementasi nyata dari Core Values ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Dalam kesempatan tersebut, Nina Dewi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, khususnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kubar.
Sinergi yang kuat ini dinilai sebagai komitmen nyata dalam mencetak sumber daya aparatur yang berkualitas.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, pengembangan kompetensi adalah kewajiban.
Pemerintah pun telah membuka ruang seluas-luasnya bagi ASN untuk terus belajar dan berkembang melalui berbagai program diklat yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur, Penilaian Kinerja, dan Penghargaan BKPSDM Kutai Barat, Hervina Marlin, dalam laporan penyelenggaraannya memaparkan bahwa orientasi yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 ini berjalan dengan lancar dan mencapai target yang diharapkan.
Total peserta yang mengikuti orientasi ini berjumlah 200 orang, dengan rincian formasi sebagai berikut, Tenaga Pendidik (Guru) 40 orang, Tenaga Kesehatan, 40 orang dan Tenaga Teknis, 120 orang.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengenalan komprehensif serta pembekalan mengenai nilai, tugas, fungsi, dan peran ASN sebelum mereka terjun sepenuhnya melaksanakan tugas di lingkungan birokrasi Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat," jelas Hervina.
Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Kutai Barat Ramli beserta jajaran, Kepala Bidang PKMF BPSDM Provinsi Kaltim Apriyana Rachmawaty, analis pengembangan kompetensi, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta orientasi yang tampak antusias menyambut babak baru pengabdian mereka. (adv)
Editor : Ismet Rifani