Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala BPSDM Kaltim Ingatkan ASN: Jangan Sampai Disetir oleh AI!

Eko Pralistio
Penulis: Eko Pralistio❯

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Nina Dewi. (EKO PRALISTIO/KP)
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Nina Dewi. (EKO PRALISTIO/KP)


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai merambah birokrasi pemerintahan. Namun, aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Timur diingatkan agar tidak terlena.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Nina Dewi menilai AI bukan pengganti pertimbangan manusia dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut dia, penggunaan teknologi harus tetap berada dalam kendali aparatur. AI sendiri disebutnya mulai dimanfaatkan untuk mempercepat pemetaan kebutuhan pelatihan ASN.

Mulai dari kebutuhan kesekretariatan hingga tata usaha dapat dianalisis lebih cepat melalui teknologi tersebut. Meski begitu, Nina mengingatkan agar hasil olahan AI tidak langsung dijadikan acuan tanpa proses penyaringan.

“Memang tidak bisa dihindari AI itu. Tapi kita jangan sampai disetir AI. Kita tetap harus memilah sesuai kondisi nyata, aturan, dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Advertisement

Di internal BPSDM Kaltim, lanjut dia setiap rekomendasi berbasis AI wajib diverifikasi ulang. Hasil analisis teknologi tersebut akan disesuaikan dengan usulan dari masing-masing perangkat daerah yang akan melaksanakan pelatihan.

Selain memperkuat digitalisasi melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, BPSDM Kaltim juga membuka peluang kolaborasi hingga tingkat desa.

Salah satu fokusnya adalah peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini dinilai penting, terutama bagi aparat desa yang mengelola dana desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

“Memang tanggung jawab utama kami mengelola SDM aparatur, fokusnya ASN. Tapi kami juga bisa bekerja sama dengan pemerintah desa, misalnya pelatihan pengelolaan dana desa bagi aparat yang mengelolanya,” tambah Nina.

Nina memastikan program peningkatan kompetensi aparatur terus berjalan secara rutin guna menjaga kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Sejumlah pelatihan bahkan telah mengantongi akreditasi tertinggi.

BPSDM Kaltim saat ini telah meraih akreditasi A untuk pelatihan pengadaan barang dan jasa serta pelatihan kearsipan. Program-program tersebut, kata Nina, akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari penguatan kapasitas birokrasi daerah. “Kami sudah terakreditasi A, jadi program pelatihan itu harus terus berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rahasia Smart Classroom Epson, Begini Cara AI Bikin Belajar Lebih Menarik

Rahasia Smart Classroom Epson, Begini Cara AI Bikin Belajar Lebih Menarik

Epson Indonesia hadirkan Smart Classroom berbasis AI di Yogyakarta untuk menciptakan pembelajaran digital yang lebih interaktif dan efektif.

Boleh Percepat Riset Tapi Ada Batasnya, Kepala Brida Kaltim Larang Keras Pakai AI Penuh untuk Karya Ilmiah

Boleh Percepat Riset Tapi Ada Batasnya, Kepala Brida Kaltim Larang Keras Pakai AI Penuh untuk Karya Ilmiah

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dan Brida Kaltim ingatkan dosen untuk kuasai teknologi AI demi riset ilmiah, namun wajib jaga etika

Ratusan Jabatan Kosong, Lebih dari 400 ASN Pemprov Kaltim Memasuki Masa Pensiun Tahun Ini

Ratusan Jabatan Kosong, Lebih dari 400 ASN Pemprov Kaltim Memasuki Masa Pensiun Tahun Ini

Lebih dari 400 ASN Pemprov Kaltim pensiun di 2026, didominasi guru & pelaksana. Kepala BKD Yuli Fitrianti beber skema pengisian formasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer