Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Geliat Sepak Bola Usia Dini di Kutai Barat, Bupati Buka Empat Liga Besutan PSSI

Sunardi Kaltim Post • Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:00 WIB
OLAHRAGA: Pembukaan liga Sepak bola usia dini, inisiasi PSSI Kubar.
OLAHRAGA: Pembukaan liga Sepak bola usia dini, inisiasi PSSI Kubar.

KALTIMPOST.ID SENDAWAR – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat dalam mendukung pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda kembali ditunjukkan. 

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin secara resmi membuka empat kompetisi sepak bola sekaligus di Stadion Suwalas Gunaq, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (13/6/2026). 

​Empat liga yang resmi digulirkan tersebut adalah Bocah Seru League, Junior Banged League, Women Ligue, dan Kubar Junior. Kompetisi yang diikuti oleh puluhan tim dari berbagai wilayah di Kutai Barat ini diproyeksikan menjadi ajang pencarian bakat sekaligus wadah melahirkan pesepak bola berprestasi di masa depan.

Baca Juga: Diunggulkan Lolos ke Final, LBC Enggan Remehkan Lawan

​Animo peserta dalam ajang ini terbilang luar biasa. Tercatat sebanyak 43 tim ambil bagian yang terbagi dalam empat kategori pertandingan. 

Rinciannya, kategori Bocah Seru League kelompok usia 10–12 tahun diikuti oleh 8 tim, Junior Banged League kelompok usia 15 tahun diikuti 12 tim, kategori Women League diikuti 6 tim, serta kategori Kubar Junior menjadi yang terbanyak dengan melibatkan 17 tim.

Baca Juga: BBM Naik, Pemkab Kubar Siapkan Langkah Taktis, Awasi SPBU hingga Amankan Harga Bapok

​Frederick Edwin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara, PSSI Kutai Barat, KONI, serta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, sepak bola bukan sekadar olahraga populer, melainkan wadah yang sangat efektif untuk membina karakter anak muda sejak dini.

​"Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sangat mendukung kegiatan olahraga seperti ini. Selain menjadi sarana pembinaan dan pencarian bakat atlet muda, kegiatan ini juga mampu membangun semangat kebersamaan, sportivitas, serta menjadi aktivitas positif bagi anak-anak dan remaja," ujar Frederick Edwin.

​Lebih lanjut, Frederick menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini memiliki peran strategis untuk membentengi generasi muda dari pengaruh luar yang merusak. 

Melalui kompetisi seperti ini, anak-anak dan remaja dapat menyalurkan energi dan bakatnya ke arah yang positif, sekaligus menjadi benteng dari ancaman penyalahgunaan narkoba serta kenakalan remaja.

​Dukungan senada juga diungkapkan oleh Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus. Ia mengapresiasi konsistensi Askab PSSI Kutai Barat yang terus fokus memutar roda kompetisi di tingkat akar rumput. Mengingat jumlah peserta yang cukup masif, Alsiyus mengakui bahwa menyelenggarakan liga ini tidaklah mudah dan butuh kerja keras.

​"Penyelenggaraan liga usia dini dan remaja merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan olahraga prestasi. KONI Kutai Barat memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Kami siap mendukung penuh proses pembinaan dan pengembangan atlet-atlet muda di Kabupaten Kutai Barat," ungkap Alsiyus.

​Acara pembukaan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Kubar. Di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sumardi, Ketua Askab PSSI Kutai Barat M Teddy Rakhmat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ratusan orang tua dan masyarakat juga tampak memadati tribun stadion untuk memberikan dukungan langsung kepada para pemain muda yang berlaga. (*) 

 

Editor : Duito Susanto
#KONI Kubar #turnamen usia dini #Frederick Edwin #Pemkab Kubar #Kutai Barat