KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Momentum 10 Muharam menjadi hari yang penuh berkah dan kehangatan di Kutai Barat (Kubar). Bertempat di Islamic Center Sendawar, Kamis (25/6/2026), Festival Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas sukses digelar.
Agenda ini tidak sekadar menjadi wadah berbagi kebahagiaan, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial serta semangat inklusivitas di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Kegiatan yang mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” ini dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari masyarakat yang wajib mendapatkan hak, kesempatan, serta ruang yang setara untuk berkembang.
Baca Juga: Tangis Haru Ys Pecah, PN Kutai Barat Gugurkan Status Tersangka
“Pembangunan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok rentan. Karena itu, perlindungan sosial, peningkatan aksesibilitas, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan Kutai Barat,” ujar Frederick Edwin.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, relawan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, lembaga sosial, hingga para donatur yang telah bersinergi menyukseskan acara ini.
Sementara itu, Ketua Panitia, Hj Arbayanti, menjelaskan bahwa festival ini merupakan wujud nyata kasih sayang dan kepedulian sosial antarsesama. Pada pelaksanaan kali ini, panitia menyalurkan santunan dan bingkisan kepada 68 anak yatim dan dua penyandang disabilitas.
Baca Juga: SMP 1 Barong Tongkok Kubar Siapkan 12 Rombel, Penerimaan Siswa Baru Tanpa Biaya Alias Gratis
Keberhasilan acara ini, lanjut Arbayanti, tidak lepas dari kolaborasi solid antara Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim Kubar, Dinas Sosial, Kementerian Agama Kubar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Pokja Majelis Taklim sendiri merupakan wadah yang dibentuk sejak November 2025 di bawah koordinasi Kemenag Kubar, yang aktif melakukan pembinaan di tingkat kecamatan.
Dalam aksi sosial kali ini, dukungan pendanaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 17,9 juta. Dana tersebut bersumber dari kontribusi Majelis Taklim di empat kecamatan serta sokongan dari Baznas Kubar.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kubar, HA Johan, menyatakan dukungannya terhadap festival ini. Menurutnya, kegiatan sosial keagamaan seperti ini sangat sejalan dengan program pembinaan umat yang menjadi fokus utama Kementerian Agama.
Ia menilai majelis taklim memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah untuk menyebarluaskan program pembangunan dan memperkokoh nilai-nilai spiritual masyarakat.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah dapat terus bersinergi. Dengan begitu, pembangunan di Kutai Barat dapat berjalan dengan baik dan kemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh semua lapisan,” pungkas Johan. (*)
Editor : Duito Susanto