Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kejar Progres Ruas Tering–Long Bagun 8, BBPJN Kaltim Perketat Sistem Traffic Management K3 untuk Proteksi Pengguna Jalan

Sunardi Kaltim Post • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:37 WIB
Petugas pengatur lalu lintas memeriksa kendaraan roda empat saat melintasi area pengerjaan jalan di ruas Tering–Long Bagun 8, Kabupaten Kutai Barat. (BBPJN Kaltim)
Petugas pengatur lalu lintas memeriksa kendaraan roda empat saat melintasi area pengerjaan jalan di ruas Tering–Long Bagun 8, Kabupaten Kutai Barat. (BBPJN Kaltim)

SENDAWAR- Komitmen menjaga keselamatan selama pelaksanaan proyek terus diperkuat pada pekerjaan peningkatan ruas Tering–Long Bagun 8. Memasuki minggu ini, PPK Perbatasan 2 bersama kontraktor pelaksana mengoptimalkan penerapan Traffic Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memastikan aktivitas konstruksi berjalan aman tanpa mengganggu mobilitas masyarakat yang masih menggunakan ruas jalan tersebut.

Penerapan traffic management dilakukan mengingat pekerjaan konstruksi berlangsung berdampingan dengan lalu lintas umum. Kondisi ini menuntut pengaturan pergerakan alat berat, kendaraan operasional, serta pengguna jalan agar tetap berjalan tertib dan meminimalkan potensi risiko kecelakaan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Prima F, menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tahapan pekerjaan konstruksi.

"Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari progres fisik, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga keselamatan seluruh pihak yang berada di lokasi pekerjaan. Karena itu, penerapan traffic management dan budaya K3 menjadi prioritas utama selama pekerjaan berlangsung," ujar Prima kepada awak media.Minggu (28/6/2026).

Sebagai bagian dari implementasi K3, setiap kendaraan operasional dan alat berat diwajibkan menjalani inspeksi harian sebelum digunakan. Pemeriksaan meliputi kondisi sistem pengereman, lampu penerangan, klakson, ban, sistem hidrolik, hingga kelengkapan perangkat keselamatan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi laik operasi.

Menurut Prima, inspeksi rutin tersebut menjadi langkah preventif dalam mengurangi potensi gangguan operasional maupun kecelakaan kerja di lapangan. "Kami menerapkan prinsip bahwa setiap alat yang bekerja harus dipastikan aman terlebih dahulu. Pemeriksaan sebelum operasi menjadi prosedur wajib agar seluruh aktivitas konstruksi dapat berlangsung secara aman, efektif, dan sesuai standar K3," jelasnya.

Selain inspeksi kendaraan, pengaturan lalu lintas di area pekerjaan juga terus diperkuat melalui pemasangan rambu-rambu sementara, pengaturan jalur kendaraan proyek, penempatan petugas pengatur lalu lintas (flagman), serta penyediaan area kerja yang terpisah dari jalur kendaraan umum. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan yang maksimal, baik bagi pengguna jalan maupun para pekerja yang beraktivitas di lokasi konstruksi.Seluruh pelaksanaan pekerjaan turut berada di bawah pengawasan konsultan supervisi dan tim pengawas lapangan yang secara rutin melakukan inspeksi terhadap penerapan prosedur K3 serta efektivitas rekayasa lalu lintas di setiap titik pekerjaan. 

Evaluasi dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kepatuhan terhadap spesifikasi teknis dan standar keselamatan konstruksi.Melalui penguatan sistem Traffic Management K3, pemerintah berharap seluruh tahapan pembangunan ruas di wilayah Kabupaten Kutai Barat - Mahakam Ulu dapat berjalan dengan produktif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan. 

Pendekatan ini diharapkan mampu mewujudkan proyek yang tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja serta rasa nyaman bagi masyarakat yang melintasi kawasan proyek. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Proyek Jalan Tering Long Bagun 8 #kubar #mahulu #BBPJN Kaltim