KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning berlangsung khidmat dan meriah di Kelurahan Simpang Raya, Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026).
Perayaan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan di halaman pesantren.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Anggota DPR RI Sarifah Suraidah yang akrab disapa Bunda Harum, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes, Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Erik Victory, unsur Forkopimda, ulama, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan santri dan masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Arief Heri Setiawan, mengawali acara dengan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para tamu kehormatan.
Ia berharap seluruh pemimpin daerah senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah. Selain itu, ia juga mendoakan agar Kutai Barat selalu berada dalam suasana yang aman, damai, dan penuh keberkahan.
Dalam sambutannya, Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Agama beserta rombongan ke Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Menurutnya, kehadiran para pemimpin nasional dan daerah menjadi energi positif dalam memperkuat pembangunan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan masyarakat.
“Usia pengabdian yang mencapai lebih dari tiga dekade ini menjadi bukti nyata konsistensi dan dedikasi Ponpes Assalam dalam membina generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi pesantren yang tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi aktif menjalankan program sosial kemasyarakatan.
Berbagai kegiatan seperti pembinaan masyarakat di wilayah pedalaman, khitanan massal gratis, hingga program nikah massal dinilai menjadi bukti nyata peran pesantren dalam membantu masyarakat.
Baca Juga: Riuh yang Tertinggal, Cerpen Karya Sahari Nor Wakhid
Frederick berharap Dialog Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian Harlah ke-34 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Rudy Mas'ud menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan pesantren.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Kaltim membuka peluang bagi santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Jakarta hingga ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Kesempatan tersebut diberikan dengan syarat kesiapan akademik serta kemampuan bahasa asing yang memadai.
Selain itu, penguatan fasilitas digital di lingkungan pesantren juga mendapat perhatian. Dukungan perangkat penunjang pembelajaran seperti televisi dan komputer turut difasilitasi melalui bantuan Sarifah Suraidah.
Melalui peringatan Harlah ke-34 dan Dialog Kebangsaan ini, sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta mewujudkan Kutai Barat yang harmonis, religius, dan sejahtera. (*)
Editor : Ery Supriyadi