Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kontingen Kubar Pulang dengan Dua Gelar Juara Nasional

Sunardi Kaltim Post • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:16 WIB
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima kontingen PENAS XVII Gorontalo yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Alexander Samson usai meraih dua gelar juara nasional.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima kontingen PENAS XVII Gorontalo yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Alexander Samson usai meraih dua gelar juara nasional.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Kontingen Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Meski berangkat di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, kontingen Kubar berhasil membawa pulang dua gelar juara pertama tingkat nasional.

Atas capaian tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kubar Alexander Samson, Sekretaris Dinas Pertanian Muhammad Firdaus, serta perwakilan peserta PENAS di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Gerindra Kritik Biaya Izin Bangunan dan KKPR, Khawatir Hambat Investasi di Balikpapan

Frederick menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi semangat dan dedikasi untuk meraih hasil terbaik.

“Di tengah keberangkatan yang terbatas karena efisiensi anggaran, kontingen Kubar mampu memberikan hasil terbaik. Mereka tidak hanya mewakili Kalimantan Timur, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kutai Barat di tingkat nasional. Ini capaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Menurut Frederick, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen terus mendukung pengembangan kapasitas petani, tidak hanya pada aspek produktivitas pertanian, tetapi juga penguatan potensi seni dan budaya yang tumbuh di lingkungan kelembagaan petani.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus menghadirkan ruang pembinaan dan dukungan agar prestasi serupa dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada masa mendatang.

Dalam ajang tersebut, kontingen Kubar berhasil meraih Juara I Paduan Suara dan Juara I Vokal Solo pada kategori Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara.

Prestasi itu diraih melalui penampilan yang memukau di Taman Budaya Limboto pada 20 Juni 2026 lalu.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Orangtua di Balikpapan Pilih Gunakan Kembali Seragam Sekolah yang Lama demi Hemat Biaya

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat Alexander Samson mengungkapkan, kebijakan efisiensi anggaran sempat memaksa kontingen melakukan rasionalisasi program. Beberapa cabang yang semula direncanakan mengikuti kompetisi, seperti tari tradisional dan karya wirausaha petani, akhirnya batal diberangkatkan.

Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat peserta yang tetap berangkat ke Gorontalo.

“Berkat dukungan dan perhatian dari Bupati serta pemerintah daerah, dua cabang yang kami ikuti justru mampu tampil maksimal dan meraih juara pertama,” katanya.

Alexander menambahkan, keikutsertaan dalam PENAS tidak semata mengejar prestasi lomba. Ajang tersebut juga menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian.

Melalui kegiatan itu, para petani dan penyuluh memperoleh wawasan baru terkait modernisasi pertanian, penguatan manajemen usaha tani, pemanfaatan teknologi, adaptasi terhadap perubahan iklim, hingga perluasan jejaring dengan pelaku usaha dan investor nasional.

Sebagai informasi, PENAS XVIII akan digelar di Provinsi Lampung dan diharapkan kembali menjadi ajang pembuktian kemampuan petani dan nelayan Kutai Barat di tingkat nasional. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Penas XVII Gorontalo #Dinas Pertanian Kubar #Frederick Edwin #petani dan nelayan