KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat membuka pemusatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) 2026. Upacara pembukaan di Auditorium Aji Tulur Jejangkat pada Rabu (29/7/2026).
Sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Suwito, menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada 45 putra-putri terbaik terpilih. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat yang patut dibanggakan.
Bupati menekankan bahwa paskibraka bukan sekadar mempersiapkan petugas pengibar bendera, melainkan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
Baca Juga: Preservasi Jalan Muara Muntai-Blusuh Terus Berprogres, Pengecoran Rigid Beton Capai Tiga Kilometer
"Melalui pemusatan pendidikan dan pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat dibentuk menjadi generasi yang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta jiwa kepemimpinan yang kuat, dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar, anggota masyarakat, maupun kelak sebagai pemimpin masa depan," ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan daerahnya.
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Gelar Rakor Penataan Ruang Publik Melak
Bupati berpesan kepada seluruh peserta untuk menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dalam menjunjung tinggi disiplin, semangat nasionalisme, serta menjaga persatuan dalam keberagaman.
Ketua Panitia Pelaksana, Ramadan, menjelaskan bahwa pemusatan pendidikan dan pelatihan calon paskibraka tidak hanya melatih peserta secara fisik dan mental, tetapi juga memberikan pembelajaran aktif berupa pembekalan pendidikan ilmu Pancasila.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 28 Juli hingga 18 Agustus 2026, di Hotel Sidodadi untuk kegiatan karantina dan pembelajaran dalam ruangan, sementara latihan fisik dan peraturan baris berbaris (PBB) dipusatkan di lapangan utama Alun-Alun Itho. (*)
Editor : Duito Susanto