KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Guna memperkuat karakter kebangsaan dan membentengi masyarakat dari berbagai ancaman disintegrasi, Paguyuban kerukunan keluarga Kawanua (K3) yang Ada di Kutai Barat, bertempat di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Jemaat Imanuel Barong Tongkok, kegiatan Pelatihan Kepemimpinan, Sabtu (1/8).
Kapolsek Bentian Besar, Iptu Eddy Nelson Bojoh mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema wawasan kebangsaan. Menurutnya tema ini memberikan banyak manfaat strategis bagi para jemaat, khususnya kalangan generasi muda.
"Pelatihan kepemimpinan ini dirancang bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan wadah edukasi yang memberikan dampak positif langsung bagi para pesertanya," jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2026).
Lanjutnya, melalui pemahaman mendalam tentang falsafah negara dan empat konsensus dasar berbangsa, kegiatan ini diharapkan menanamkan rasa cinta tanah air serta membakar semangat kebangsaan di dada generasi muda Kawanua Kutai Barat.
Baca Juga: PUTRI Kaltim Genap Delapan Tahun, Kini Fokus Perkuat Kolaborasi Pelaku Wisata
Jemaat juga dibekali kesadaran tinggi mengenai pentingnya merawat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman sosial demi menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah gempuran era digital, pelatihan ini memberikan manfaat besar dalam membentengi peserta dari paparan berita bohong atau hoaks serta bahaya paham radikalisme. Dengan pembekalan literasi dan nalar kritis, peserta didorong agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa.
Selain itu, kegiatan ini turut memotivasi jemaat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.
"Memahami pengertian wawasan kebangsaan, dasar hukum, prinsip dasar, fungsi dan tujuan, hingga tantangan berbangsa di era digital sangat penting di era sekarang," ujarnya.
Nelson juga menyoroti pentingnya implementasi wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, antisipasi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan, serta keterkaitannya yang erat dengan semangat bela negara.
Dengan suksesnya pelaksanaan pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara nyata, sekaligus menjadi pemimpin masa depan yang berjiwa nasionalis, cerdas secara digital, dan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo