TENGGARONG – Seorang pemilik mobil pikap di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan barcode bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Akibat barcode kendaraannya diduga digunakan oleh pihak lain, sopirnya gagal mengisi BBM subsidi setelah lama mengantre di stasiun pengisian.
Korban, Anwar Fauzi, mengatakan peristiwa itu diketahui saat sopirnya hendak mengisi BBM subsidi di kawasan Tenggarong. Namun, transaksi ditolak sistem karena barcode kendaraan tersebut tercatat sudah digunakan.
Mendapat laporan tersebut, Anwar kemudian melakukan pengecekan terhadap data barcode miliknya. Hasilnya, barcode kendaraan itu tercatat telah digunakan di salah satu Pertashop dengan ID 65757001 yang berada di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
"Kan kasihan sopir saya, Pak. Sudah lama ngantri, ujung-ujungnya enggak bisa isi BBM subsidi," ujarnya, Selasa (4/8).
Baca Juga: DPRD Berau Dukung Pengawasan BBM Subsidi, Polres Temukan Modus Barcode Ganda di SPBU
Anwar mengaku selama ini berupaya menghindari penyalahgunaan barcode dengan tidak menyimpannya dalam bentuk digital di telepon genggam. Ia memilih mencetak barcode tersebut dalam bentuk kartu fisik yang selalu dipegang sendiri.
Meski demikian, ia menduga masih ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menggunakan identitas barcode miliknya.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas operasional kendaraannya ikut terganggu karena tidak dapat memperoleh BBM subsidi sesuai peruntukannya.
Anwar pun meminta pihak berwenang dan instansi terkait segera menyelidiki dugaan penyalahgunaan barcode tersebut agar tidak kembali merugikan masyarakat yang memang berhak menerima subsidi BBM.
Ia juga berharap pelaku dapat ditindak tegas apabila terbukti melakukan penyalahgunaan.
"Kalau perlu ditindak agar ada efek jera. Kejadian seperti ini, orang kecil seperti saya ini yang dirugikan, pekerjaan jadi terganggu," pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan