KALTIMPOST.ID– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sekitar 50 hektare lahan di Kampung Tendiq, Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat, Rabu (26/8). Api berhasil ditanggulangi setelah proses pemadaman berlangsung sekitar 12 jam.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 11.30 Wita hingga 23.50 Wita. Camat Siluq Ngurai Bartolomeus Djukun bersama jajaran Forkopimcam, Polsek Siluq Ngurai, BPBD, dan masyarakat terlibat dalam penanganan kebakaran. Sekcam Siluq Ngurai Beni Nuntun mengatakan, proses pemadaman membutuhkan koordinasi antarpihak karena kondisi medan dan akses menuju lokasi cukup terbatas.
Personel Polsek Siluq Ngurai, di antaranya Aipda Nurdin Paian Sitorus dan Bripda Fryanzer Pangloli, turut membantu pemadaman bersama warga. Area yang terbakar berupa semak belukar dan sebagian kebun sawit milik PT PSM. Untuk mendukung penanganan, pemerintah kecamatan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran. Warga juga menggunakan dua kendaraan Grand Max secara swadaya untuk mengangkut logistik dan peralatan.
Baca Juga: Tindak Tegas Karhutla, Polda Kaltim Tangani 25 Kasus Kebakaran Lahan dan Tetapkan 5 Tersangka
Setelah api berhasil dikendalikan, tim gabungan melakukan langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Salah satunya dengan memetakan jalur sungai terdekat yang dapat digunakan sebagai sumber air untuk mengisi tandon mobil pemadam. Pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan juga memperketat pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan kebakaran.
Beni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan. “Pengawasan dan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan karhutla kini terus diperketat oleh jajaran Polsek dan pemerintah kecamatan demi menjaga keselamatan lingkungan dan warga sekitar,” ujarnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki