Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Air Terjun Kandua Raya di Desa kedang Ipil, Surga Tersembunyi di Tengah Hutan

Nasya Rahaya • Minggu, 23 November 2025 | 21:07 WIB

PESONA ALAM: Para wisatawan menikmati kesejukan air terjun Kandua Raya di Kedang Ipil, Kutai Kartanegara. Teras-teras batu yang tersusun rapi oleh alam menambah keindahan tempat wisata ini.
PESONA ALAM: Para wisatawan menikmati kesejukan air terjun Kandua Raya di Kedang Ipil, Kutai Kartanegara. Teras-teras batu yang tersusun rapi oleh alam menambah keindahan tempat wisata ini.
KALTIMPOST.ID - Gerimis tipis menyambut rombongan Jelajah Warisan Budaya 2025 ketika memulai perjalanan menuju Air Terjun Kandua Raya, Rabu (20/11/2025). Meski baju dan celana basah, semangat peserta tetap tinggi, termasuk Maulani Al Amin, jurnalis yang menjadi bagian dari program yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XIV Kaltimtara.

Perjalanan dimulai dari balai desa sekitar pukul 7.30 Wita. Dari sana, rombongan bergerak perlahan menuju hutan tropis yang menjadi rumah bagi “secuil surga” di Kabupaten Kutai Kartanegara. Hanya sekitar 15 menit perjalanan menuju air terjun, kata seorang perangkat desa yang menjadi penunjuk arah.

Sepanjang jalan, rumah-rumah kayu berdiri rapi di kiri-kanan jalur. Beberapa warga duduk di pelataran, mengawasi rombongan seperti menonton defile pawai. Mereka tersenyum kecil, disambut balik dengan salam oleh peserta. Rintikan gerimis menahan warga dari aktivitas sehari-hari; sebagian bekerja di ladang, sebagian lagi mengambil nirah dari pohon aren.

Gerbang bertuliskan “Air Terjun Kandua Raya dan Putang” menyambut rombongan sebelum masuk ke hutan. Jalur menuju air terjun sangat cocok untuk wisatawan pejalan kaki, dengan sebagian besar jalan dipenuhi semen, paving block rapi, dan jembatan kecil berwarna-warni.

Bambu dan pohon aren tumbuh tinggi, memayungi jalan, sementara tabung-tabung bambu tergantung di batang pohon untuk menampung nirah, menggambarkan tradisi yang masih lestari.

Di kejauhan tampak pohon besar dengan bekas tangga kayu, dulunya digunakan untuk mengambil madu hutan. Kini madu berkualitas baik mulai jarang ditemui, begitu pula rotan merah. Penyempitan hutan adat Desa Kedang Ipil mulai terasa akibat perluasan Hutan Tanam Industri (HTI).

Perjalanan dari Samarinda memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan mobil, namun kondisi jalan yang belum sepenuhnya tersambung dapat menambah durasi hingga 3 jam.

Sebagai desa adat satu-satunya di Kutai Kartanegara yang memegang SK Masyarakat Hukum Adat (MHA), Kedang Ipil berharap hutan tetap berada di sisi mereka, bukan bergeser menjadi lahan eukaliptus atau sawit seperti wilayah lain.

Hampir semua peserta terengah-engah saat mendekati kawasan wisata. Pendopo-pendopo kecil mulai terlihat, membuat mata berbinar. Di area dekat air terjun memang ada kantin, namun pagi itu belum beroperasi. Pukul 7.50, suara gemuruh air mulai menggantikan langkah kaki rombongan.

Air Terjun Kandua Raya menyambut dengan kesejukan alami. Teras-teras batu tersusun rapi oleh alam, air mengalir jernih dan dingin. Anak-anak berlarian dan berenang, tertawa menikmati kebebasan yang hanya diberikan air terjun. Di satu sisi, selang hitam besar menyalurkan air bersih bagi desa, simbol penyesuaian manusia dengan alam.

Maulani Al Amin duduk di tepi air, merasakan dinginnya aliran. Perjalanan sejauh 1,5 kilometer memberi alasan untuk duduk sejenak, menikmati ketenangan.

“Perjalanan ini menunjukkan bagaimana jejak manusia menyatu dengan hutan dan hutan menyimpan budaya dalam diamnya,” kata Maul. Ia menilai menjaga alam bukan seruan besar, melainkan kerja sehari-hari yang dilakukan dengan tenang dan diwariskan seperti kebiasaan tersenyum dari pelataran rumah.

Satu jam berlalu tanpa terasa, rombongan harus kembali. Perjalanan ini hanyalah sebagian kecil dari rangkaian tiga hari Jelajah Warisan Budaya, namun pengalaman di Kedang Ipil meninggalkan pelajaran mendalam tentang keseharian manusia, alam, dan budaya yang terjaga. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#destinasi #air terjun kandua raya #wisata #Desa Kedang Ipil #kutai kartanegara