KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Masa penerimaan siswa baru selalu identik dengan belanja besar bagi orangtua. Mulai dari buku, alat tulis, hingga seragam sekolah yang wajib dikenakan sejak hari pertama masuk.
Kondisi itu mulai ada jalan keluarnya. Pemkab Kukar memastikan Program Seragam Gratis akan digulirkan mulai tahun ajaran 2026/2027. Program unggulan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin ini menyasar semua peserta didik baru PAUD, SD, dan SMP se-Kukar.
Usai rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB tuntas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, kini fokus mematangkan teknis di lapangan. Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah memastikan, penyaluran seragam tidak akan molor. Pembagian akan dilakukan setelah data siswa baru final.
“Insyaallah program seragam gratis tetap dilaksanakan setelah proses penerimaan SPMB selesai. Nanti akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati,” kata Heriansyah belum lama ini.
Baca Juga: Jaga Komitmen untuk Bantu Sesama, Yayasan Pendidikan Labbaika Samarinda Gelar Khitanan Massal Gratis
Pendataan jumlah murid baru disebut Heriansyah menjadi tahapan penting. Data final itu yang akan dipakai Disdikbud untuk menghitung jumlah seragam yang harus diproduksi, agar seluruh penerima memperoleh haknya secara tepat sasaran.
Untuk distribusinya, Pemkab Kukar tidak akan turun langsung ke sekolah. Penyaluran akan digerakkan melalui koperasi di masing-masing satuan pendidikan. “Mekanisme penyalurannya melalui koperasi sekolah. Tapi sebelumnya harus ada pendataan jumlah siswa yang diterima di tiap sekolah,” jelasnya.
Soal anggaran, Disdikbud belum bisa menyebut angka pasti. Heriansyah menyebut, nilainya baru bisa dihitung setelah SPMB di seluruh sekolah rampung dan jumlah penerima manfaat diketahui. “Setelah jumlah siswa baru yang menjadi penerima manfaat sudah didata, baru bisa kita ketahui berapa nilai anggarannya,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Paser dan Kemitraan Kolaborasi Luncurkan Program EnABLE untuk Tekan Emisi dan Jaga Hutan
Program Seragam Gratis masuk kebijakan strategis Pemkab Kukar untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memotong beban pengeluaran keluarga, terutama saat tahun ajaran baru yang kebutuhannya menumpuk. Dengan adanya program ini, murid baru PAUD, SD, dan SMP di Kukar diharapkan bisa langsung belajar dengan perlengkapan lengkap, tanpa membuat dompet orang tua makin tipis.
Kebijakan ini juga jadi bukti Pemkab Kukar ingin memastikan layanan pendidikan makin inklusif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (*)
Editor : Sukri Sikki