KUTAI KARTANEGARA - Rangka Jembatan Jembayan di ruas jalan nasional Loa Janan–Tenggarong–Kotabangun, Kutai Kartanegara, mulai dibersihkan. Pekerjaan itu dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Kalimantan Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pemeliharaan preventif. Tujuannya agar fungsi jembatan tetap optimal dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Jembatan Jembayan merupakan salah satu infrastruktur vital di Kukar. Jembatan ini menghubungkan permukiman, pusat ekonomi, hingga jalur distribusi barang.
Dengan tingginya volume kendaraan dan cuaca tropis yang ekstrem, rangka jembatan rawan tertutup kotoran, lumpur, debu, hingga material organik. Bila dibiarkan, kondisi itu berpotensi memicu korosi dan mempercepat kerusakan struktur baja.
"Pembersihan rangka jembatan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi pemeliharaan aset infrastruktur negara. Dalam dunia rekayasa jembatan, kebersihan struktur sangat berpengaruh terhadap daya tahan material. Kotoran yang menempel pada elemen baja dapat menahan kelembapan lebih lama, mempercepat proses oksidasi, dan pada akhirnya menyebabkan karat pada bagian sambungan, baut, maupun elemen utama rangka," kata Koordinator Pengawas Lapangan PPK 1.5 Kaltim, Randi.
Baca Juga: Kebakaran Maut di Sungai Parit PPU, Dua Bocah Tewas Terbakar
Randi menambahkan, pembersihan rutin juga mempermudah petugas mendeteksi potensi kerusakan sejak dini. Seperti retak, aus, deformasi, atau kerusakan kecil lainnya yang tertutup lumpur dan debu. "Deteksi awal ini penting agar perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakannya melebar dan biayanya makin besar," ujarnya.
Menurutnya, pemeliharaan preventif jauh lebih hemat dibanding harus melakukan rehabilitasi besar. Dengan rutin menjaga kebersihan, umur pakai jembatan bisa lebih panjang. Sekaligus menekan biaya perbaikan sehingga anggaran negara bisa dialihkan untuk kebutuhan infrastruktur lain.
BBPJN Kaltim melalui PPK 1.5 menegaskan akan terus menjaga kualitas jalan dan jembatan nasional di Benua Etam. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah. (riz)
Editor : Muhammad Rizki