Selama Pesta Adat Erau, Sultan Tak Boleh Injak Tanah

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB
TRADISI: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HM Aji Muhammad Arifin saat menjalani ritual Bepelas pada Erau 2024. (IST)
TRADISI: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HM Aji Muhammad Arifin saat menjalani ritual Bepelas pada Erau 2024. (IST)    

 

TENGGARONG - Ada pantangan yang wajib dipatuhi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura setiap Festival Budaya Erau Adat Kutai digelar. Selama rangkaian Erau berlangsung, Sultan tidak diperbolehkan menginjak tanah secara langsung.

Aturan adat ini berlaku sejak Tiang Ayu didirikan di Kedaton Museum Mulawarman, hingga Tiang Ayu kembali dirobohkan sebagai tanda Erau berakhir.

Baca Juga: Rakor Persiapan Erau, Pemkab Kukar Siapkan Mitigasi Cuaca hingga Gangguan Listrik  

Hal itu disampaikan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, HM Aji Muhammad Arifin, usai Rapat Finalisasi Pelaksanaan Erau Adat Kutai di Eks Gedung Wanita Tenggarong, Selasa (15/9/2026).

"Kalau kita tidak menginjakkan kaki ke tanah, itu mulai dari mendirikan Tiang Ayu di Kedaton Museum sampai berakhirnya Tiang Ayu dirobohkan. Baru kita bisa menginjak tanah," ujarnya.

Selama masa itu, Sultan tetap beraktivitas. Namun kakinya tidak boleh menyentuh tanah. Caranya, dengan menggunakan kain kuning sebagai alas saat berada di lingkungan istana.

Menurut Aji Muhammad Arifin, pantangan tersebut bukan aturan baru. Ini adat turun-temurun yang diwariskan sejak zaman bahari.

"Memang sudah namanya adat, kita tidak bisa mengubah. Sudah dari zaman bahari, nenek moyang kita, sampai sekarang masih terpakai di anak cucu kita," katanya.

Baca Juga: Sayembara Logo HUT Ke-27 Kutim Dibuka, Hadiah Rp 10 Juta

Pantangan ini menjadi salah satu pakem adat yang masih dijaga ketat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tidak hanya sekadar prosesi, tapi juga warisan budaya yang harus diteruskan ke generasi selanjutnya.

Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 sendiri akan digelar pada 20-27 September 2026 di Tenggarong. (*)

Editor : Sukri Sikki
pesta adat Erau Adat Kutai sultan