Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program TAMASYA Dorong Fasilitas Penitipan Anak di Perusahaan, Kutim Jadi Lokasi Perdana

Jufriadi • Senin, 26 Mei 2025 | 10:52 WIB

 

Direktur BKBA Kemendugbangga RI, Irma Ardiana (dua kanan) dalam rapat persiapan launching nasional TAMASYA di Kutim,
Direktur BKBA Kemendugbangga RI, Irma Ardiana (dua kanan) dalam rapat persiapan launching nasional TAMASYA di Kutim,

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) digagas sebagai solusi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan partisipasi kerja perempuan.

Program prioritas nasional ini akan diluncurkan perdana di PT Dharma Satya Nusantara (DSN), Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, Selasa, 27 Mei 2025.

Baca Juga: Kutim Raih Opini WTP, Wabup Mahyunadi Sebut Aset dan Keuangan Daerah Sudah Clear

Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak (BKBA) Kemendugbangga RI, Irma Ardiana, menegaskan bahwa TAMASYA hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak fasilitas penitipan anak di lingkungan kerja, khususnya perusahaan yang mempekerjakan banyak perempuan.

“Harapannya nanti bersama dengan TAMASYA ini galakkan, kita sosialisasikan apa peran dari tempat penitipan anak terutama kaitannya bagi tenaga kerja perempuan dan memastikan tingkat peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan bisa meningkat,” ucap Irma.

Irma menjelaskan, tempat penitipan anak tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas tenaga kerja dan mewujudkan bonus demografi.

“Betapa pentingnya memberikan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja perempuan yaitu tempat penitipan anak. Sehingga pekerja perempuan bisa mengimbangi peran mereka baik itu sebagai ibu dan juga sebagai pekerja,” katanya.

Baca Juga: Level Air Sungai Sangatta Terus Naik, Ini Peringatan untuk Masyarakat yang Tinggal di Bantaran Sungai

Program TAMASYA mencakup empat layanan utama, yakni penguatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak dan indikasi kekerasan, keterlibatan orang tua, serta layanan rujukan untuk kasus-kasus khusus.

PT DSN dipilih sebagai lokasi peluncuran karena telah menunjukkan komitmen nyata dengan membangun 93 titik penitipan anak di kawasan kerja, yang menjangkau sekitar 1.860 anak. Irma menyebut ini sebagai contoh nyata praktik baik di sektor swasta.

“Kami berharap ini menjadi model yang ditiru perusahaan lain. Kutim bisa jadi pionir nasional dalam membangun lingkungan kerja yang ramah anak dan ramah perempuan,” ujarnya.

Di daerah, pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim melalui integrasi dengan Program Bangga Kencana. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#penitipan anak #pekerja perempuan #pemkab kutim #tamasya