KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Timur (Kutim) kembali menghadirkan program bantuan pendidikan bagi warganya melalui Beasiswa Kutai Timur Tuntas.
Pendaftaran dibuka mulai 18 Juni hingga 31 Juli 2025, dan dapat diakses lewat laman resmi https://beasiswa.kutaitimurkab.go.id.
Program itu dirancang agar generasi muda di Kutim dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.
Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah dirasakan oleh ribuan mahasiswa penerima.
Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim Nurkholis menjelaskan, program itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Kami ingin menciptakan generasi yang memiliki daya saing tinggi, unggul secara akademis, dan siap berkompetisi di tingkat regional maupun nasional,” ujar Nurkholis, Rabu (18/6).
Beasiswa itu terbuka bagi mahasiswa yang berasal dari Kutim dan telah berdomisili minimal enam bulan di wilayah tersebut.
Tahun ini, pemkab mengalokasikan dana Rp 23 miliar dari APBD 2025 untuk mendanai program tersebut. Menariknya, tidak ada pembatasan kuota penerima.
“Selama mahasiswa memenuhi persyaratan dan dananya mencukupi, maka kami akan berikan,” tegasnya.
Beasiswa Kutai Timur Tuntas dibagi dalam tiga kategori utama. Pertama, Beasiswa Tuntas, yang membiayai kuliah mahasiswa hingga lulus.
Kedua, Beasiswa Stimulan, yang menyasar mahasiswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ketiga, Beasiswa Kerja Sama, yang diberikan kepada mahasiswa yang terlibat dalam program kerja sama antara Pemkab Kutim dan perguruan tinggi.
Baca Juga: Hari Ketiga Pelaksanaan SPMB, Ini Sisa Kuota dari SMA 1 Bontang dan SMA 3 Bontang…
Pada awal pelaksanaannya, beasiswa itu masih menjadi bagian dari program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) milik Pemprov Kaltim.
Namun setelah BKT dihentikan, Pemkab Kutim melakukan penyesuaian agar program itu bisa berdiri sendiri dan menjangkau lebih banyak mahasiswa.
“Kalau sebelumnya mahasiswa Kutim yang sudah menerima BKT tidak bisa mendaftar lagi. Sekarang aturan itu tidak berlaku. Semua mahasiswa asal Kutim, tanpa kecuali, bisa mendaftar asalkan memenuhi ketentuan,” jelas Nurkholis.
Seluruh informasi teknis seperti syarat, alur pendaftaran, dan panduan administrasi telah tersedia di laman resmi.
Pemerintah juga menyiapkan layanan bantuan bagi calon penerima yang mengalami kendala saat mendaftar. (rd)
JUFRIADI
Editor : Romdani.