Pengerjaan fasilitas yang digarap CV Kalembo Ade Mautama asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, seharusnya tuntas pada akhir 2024. Hal itu sesuai dokumen Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang mencatat masa kontrak pembangunan hanya satu tahun.
Karena belum selesai, proyek kemudian dijadwalkan rampung pada 25 Mei 2025, namun kembali molor dan mendapatkan perpanjangan waktu hingga Juni 2025.
Namun hingga Kamis (21/8), pantauan di lapangan memperlihatkan aktivitas para tukang masih berlangsung.
Kondisi fisik proyek pun memprihatinkan. Beberapa tembok terlihat retak, sebagian miring hingga harus ditopang bambu, bahkan ada yang roboh. Para pekerja tampak melakukan penambalan pada sisi bangunan yang ambruk tersebut.
Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, dalam wawancara beberapa bulan lalu menjelaskan perpanjangan waktu pengerjaan itu melalui addendum kontrak sesuai Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2024.
“Itu sampai dengan akhir bulan ini (Juni) dan capaian target itu ‘kan sudah di atas 90 persen,” kata Surasa, Senin (16/6).
Fasilitas yang digadang-gadang menunjang pendidikan vokasi di SMKN 2 Sangatta Utara, yang dikenal sebagai SMK Pelayaran, hingga kini masih jauh dari standar terbaik.
Sayangnya, pihak kontraktor belum memberikan keterangan terkait keterlambatan penyelesaian proyek. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, juga belum merespons saat dihubungi. (*)
Editor : Ismet Rifani