KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi berjalan. Dua dapur pertama kini beroperasi penuh untuk melayani ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Dapur pertama berada di Jalan Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara. Fasilitas ini menjangkau delapan sekolah dengan total penerima manfaat 2.274 siswa sejak Senin (15/9). Sementara dapur kedua di Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, mulai beroperasi Senin (22/9). Dapur ini melayani dua sekolah dengan total 2.596 siswa.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi juga dikaitkan dengan ketahanan pangan.
“Indonesia insyaallah akan terus meningkatkan produktivitas terkait dengan pemeliharaan pangan melalui pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” ujarnya.
Menurutnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dituntut cermat menjalin kerja sama dengan petani, nelayan, peternak, hingga pekebun lokal. Dengan begitu, program ini bukan hanya menyehatkan siswa, tetapi juga mendorong ekonomi kerakyatan.
“Karena tujuannya tidak lain adalah meningkatkan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan. Meskipun secara langsung punya dampak kesehatan karena terkait dengan makanan yang bergizi,” tambahnya.
Setiap dapur, kata Ardiansyah, dikawal ahli gizi yang menyusun menu sesuai standar Badan Gizi Nasional. Perhitungan kebutuhan gizi siswa dari TK, SD, SMP, hingga SMA juga sudah dilakukan. Mekanisme makan bersama di kelas pun diyakini memudahkan pengawasan guru.
Ia menambahkan, program ini baru tahap awal. Dari sekitar 40 titik dapur yang direncanakan, baru dua yang resmi beroperasi.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya dapur yang kedua ini, karena Kutai Timur kalau tidak salah 40 titik, yang beroperasi ini baru dua. Di kecamatan lain segera menyusul,” harapnya. (*)
Editor : Ismet Rifani