SANGATTA – Dua proyek yang digadang menjadi magnet ekonomi baru di Kutai Timur (Kutim) masih belum mendapatkan investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Darsafani, mengakui hingga kini belum ada pemodal yang benar-benar siap menanamkan modal untuk pembangunan penangkaran buaya maupun pusat perbelanjaan modern (mall).
“Kita belum dapat investor untuk penangkaran buaya. Saya sudah berusaha juga,” ujar Darsafani saat diwawancarai.
Menurutnya, kedua proyek tersebut menjadi fokus pencarian investor karena memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Penangkaran buaya bahkan sudah masuk dalam 50 program unggulan bupati, sehingga menjadi prioritas. Sementara mall, meski belum tercantum dalam program strategis, tetap dikejar karena diyakini dapat menghentikan aliran belanja warga Kutim ke daerah lain.
“Saat ini kan kita banyak belanja di Bontang, Samarinda, ke mana-mana. Uang kita habis keluar,” jelasnya, Kamis (20/11).
Darsafani tidak menampik bahwa sejumlah investor pernah menunjukkan ketertarikan. Namun belum ada yang berani mengeksekusi karena berbagai faktor teknis dan studi kelayakan yang masih dianggap belum kuat.
“Membangun mall itu ada perhitungannya. Jumlah penduduk, potensi pengunjung dari tiap kecamatan, semuanya dihitung. Sama juga dengan penangkaran buaya, investor akan berhitung,” terangnya.
Untuk penangkaran buaya, misalnya, investor harus memastikan ketersediaan pakan yang memadai dan berkelanjutan.
“Di situ dihitung, berapa ternak ayam di sini, sapi berapa. Makanannya kan dari hewan-hewan yang mati. Semua itu ada hitungannya. Jadi tidak semudah itu,” tegasnya.
Ditanya mengenai lokasi, Darsafani menyebut Kutim memiliki banyak pilihan karena lahannya luas. Namun titik pasti pembangunan mall masih dalam tahap kajian.
Meski belum mendapat pemodal, ia menegaskan bahwa dua proyek itu akan tetap digenjot. Terutama penangkaran buaya yang sudah menjadi program unggulan daerah. “Insyaallah tetap kita kejar. Itu target kita,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki