Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Orangutan Berusia 15 Bulan Masuk Permukiman Warga di Kutim, Diduga Terpisah dari Induknya

Jufriadi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:58 WIB
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi seekor bayi orangutan jantan berusia 15 bulan bernama Panji dari permukiman warga di Desa Rawa Indah, Bengalon, Kutim, Jumat (13/2).
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi seekor bayi orangutan jantan berusia 15 bulan bernama Panji dari permukiman warga di Desa Rawa Indah, Bengalon, Kutim, Jumat (13/2).

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kemunculan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) bernama Panji di kawasan permukiman kembali menggegerkan warga. Satwa dilindungi itu ditemukan tertidur di atas tajuk pohon mangga di Desa Rawa Indah, Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Kamis (12/2).

Laporan warga langsung ditindaklanjuti tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Tenggarong bersama Conservation Action Network. Mereka melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (13/2).

Founder sekaligus Direktur CAN Borneo, Paulinus Kristanto, menduga bayi orangutan itu tengah berusaha bertahan hidup setelah terpisah dari induknya.

“Bayi orangutan ini kemungkinan terpisah dari induknya. Sehingga berusaha bertahan mencari makan ke pohon buah mangga yang berada di pekarangan warga,” ujarnya, Sabtu (14/2).

Orangutan jantan bernama Panji tersebut diperkirakan baru berusia 15 bulan, dan meski masih anakan, ia menunjukkan perilaku cukup agresif. Kondisi itu membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati oleh tim penyelamat.

Paulinus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri terhadap satwa liar yang memasuki area pemukiman. Ia menekankan pentingnya melapor melalui Call Centre BKSDA.

“Sehingga upaya gerak cepat tim penyelamatan dapat sangat efektif,” lanjutnya.

Usai dievakuasi, Panji langsung dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

Kemunculan orangutan di kawasan permukiman bukan kali pertama terjadi. Kejadian serupa kerap dilaporkan, terutama di Perumahan Panorama, Sangatta Utara.

Dalam kasus terbaru, satwa endemik Kalimantan ini bahkan beberapa kali terekam berada di tepi jalan yang ramai kendaraan. (*)

Editor : Duito Susanto
#bengalon #bayi orangutan #kutai timur #BKSDA Kaltim #pongo pygmaeus