KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Sebuah kapal pemancing dilaporkan mati mesin dan terombang-ambing di perairan perbatasan Bontang, tepatnya di Teluk Lombok, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Kamis (19/3) malam.
Empat orang yang berada di dalam kapal tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Laporan kejadian diterima sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutim mendapat informasi adanya kapal yang mengalami gangguan mesin di tengah laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Sat Polairud langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Baca Juga: Perumdam Kutim Siapkan Antisipasi Lonjakan Air Bersih saat Libur Nyepi dan Lebaran
Sekitar 45 menit kemudian, kapal berhasil ditemukan dalam kondisi terapung di perairan.
Petugas kemudian mengevakuasi seluruh penumpang sekaligus menarik kapal menuju Dermaga Kenyamukan. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari.
Sekitar pukul 21.40 Wita, tim bersama kapal dan empat penumpangnya tiba dengan selamat di dermaga.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengapresiasi kesigapan anggotanya dalam menangani situasi tersebut. Ia menegaskan, kehadiran Polri, khususnya di wilayah perairan, harus mampu memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi respons cepat personel Sat Polairud yang sigap turun ke lapangan sehingga kapal pemancing dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Baca Juga: Ogoh-Ogoh Meriahkan Rangkaian Nyepi di Kutim
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan prima sebelum melaut, serta memperhatikan faktor keselamatan.
“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengingatkan agar selalu melakukan pengecekan mesin dan perlengkapan sebelum berlayar, serta tidak ragu untuk segera melapor apabila mengalami kendala di tengah laut,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi