Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perpustakaan Kutim Kurang Nyaman, Relokasi Masih Terkendala Aset

Jufriadi • Selasa, 14 April 2026 | 12:43 WIB
Ruang perpustakaan Kutim di lantai dua Dispursip tampak sempit dan panas, dengan fasilitas terbatas yang kurang nyaman bagi pengunjung. (Jufriadi/KP)

 

 
Ruang perpustakaan Kutim di lantai dua Dispursip tampak sempit dan panas, dengan fasilitas terbatas yang kurang nyaman bagi pengunjung. (Jufriadi/KP)    

SANGATTA - Kondisi perpustakaan daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai belum representatif sebagai ruang literasi publik. Selain fasilitas yang terbatas, kenyamanan pengunjung juga menjadi persoalan utama.

Perpustakaan yang berada di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kutim itu saat ini menempati lantai dua gedung. Ruangannya tidak terlalu luas dan hanya diisi puluhan rak dengan koleksi ribuan buku.

Namun, kondisi fisik ruangan yang panas membuat aktivitas membaca menjadi kurang nyaman. Minimnya fasilitas penunjang juga berdampak pada rendahnya minat kunjungan, baik dari mahasiswa maupun masyarakat umum.

Situasi ini dinilai turut memengaruhi upaya peningkatan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) di Kutim. Pemerintah daerah sendiri mengakui kondisi tersebut. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut pihaknya telah menyiapkan rencana pembangunan gedung perpustakaan baru.

“Kantor perpustakaan kita kan masih jauh di sana, juga tidak ada gedung perpustakaan. Jadi tahun ini sudah kami siapkan,” ucapnya.

Rencana pembangunan itu akan memanfaatkan bangunan lama kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur. Namun, realisasinya masih menunggu proses tukar guling aset.

“Kantor Kejari itu mau saya sulap jadi gedung perpustakaan. Namun, karena kejari belum selesai memindahkan barang ke kantor baru, jadi belum kami laksanakan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Pacu Standar Pelayanan Minimal: Targetkan Data Akurat dan Inovasi Nyata  

Dia optimistis ke depan Kutim bisa memiliki perpustakaan daerah yang lebih layak dan representatif sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia.

Di sisi lain, pengunjung perpustakaan masih merasakan langsung keterbatasan fasilitas tersebut. Ayyub, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta, mengaku tidak nyaman saat berada di dalam ruangan perpustakaan. “Tempatnya panas, bukunya sedikit, dan ruang membacanya juga tidak ada,” ucapnya.

Padahal, secara lokasi, perpustakaan tersebut cukup strategis karena berada di kawasan yang dekat dengan sejumlah kampus di Sangatta. Meski demikian, kondisi yang ada dinilai belum mampu menarik minat pengunjung.

Baca Juga: Hasil Audit Inspektorat, Ada Pelanggaran Disiplin Pegawai Diskes Soal Penggunaan Mobdin  

Ayyub berharap ke depan pemerintah daerah dapat menghadirkan fasilitas perpustakaan yang lebih memadai. "Semoga ke depan pemerintah dapat membangun perpustakaan yang lebih bagus dari ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#dispursip #perpustakaan #kutai timur #fasilitas