KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Menjelang aksi unjuk rasa yang akan digelar mahasiswa bersama Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur pada 21 April, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan belum menerima informasi terkait pengerahan massa dari wilayahnya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyebut hingga saat ini tidak ada laporan adanya keterlibatan masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) dari Kutim untuk ikut dalam aksi tersebut. "Sampai saat ini, tidak ada informasi yang kami dapatkan berita itu dari Kutai Timur," ujar Ardiansyah, Senin (20/4).
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, stabilitas daerah harus menjadi prioritas bersama, terutama di tengah dinamika menjelang aksi yang diperkirakan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Kaltim. "Tolong sampaikan ke masyarakat kita jaga kondisivitas," lanjutnya.
Sementara itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah antisipasi untuk memastikan keamanan wilayah tetap terjaga.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan pihaknya telah menggelar apel siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada Senin pagi sebagai bagian dari upaya pengamanan. “Tentunya juga untuk memastikan wilayah Kabupaten Kutai Timur kita aman,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga menyusun rencana pengamanan serta melakukan pendekatan kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga tokoh adat.
“Tentunya, mari sama-sama menjaga kondisi Kamtibmas yang aman, sekaligus juga mari kita terus jaga situasi yang damai ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Sektor Tambang Lesu, Penjualan Kendaraan Niaga di Kaltim Tergerus: Isuzu Putar Otak Alihkan Fokus!
Ia turut mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Tentunya, harus kita pastikan informasi tersebut betul-betul valid dan bisa terkonfirmasi dengan baik sehingga tidak bersifat hoax yang dapat menimbulkan perpecahan,” tegasnya. Terkait pengerahan massa dalam aksi 21 April dari Kutim, ia menyebut hingga saat ini belum ada informasi mengenai hal itu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo