Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jalan Sangatta–Bengalon Nyaris Putus di 12 Titik, DPRD Kaltim Desak Penanganan Prioritas

Jufriadi • Senin, 13 Juli 2026 | 14:12 WIB
HARUS DITANGANI: Salah satu titik longsoran di Jalan Poros Sangatta–Bengalon menggerus hampir separuh badan jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus melintas bergantian. (JUFRIADI/KP)
HARUS DITANGANI: Salah satu titik longsoran di Jalan Poros Sangatta–Bengalon menggerus hampir separuh badan jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus melintas bergantian. (JUFRIADI/KP)

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kerusakan di sejumlah titik Jalan Poros Sangatta–Bengalon, Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi Sorotan. Sedikitnya terdapat 12 titik longsoran yang menggerus hampir separuh badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian. Kondisi tersebut diperparah minimnya penerangan jalan pada malam hari. Bahkan, beberapa kecelakaan dilaporkan pernah terjadi di ruas tersebut.

Kondisi itu mendapat perhatian Anggota DPRD Kalimantan Timur sekaligus Wakil Ketua Fraksi PAN–NasDem, Arfan. Dia meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memprioritaskan penanganan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: DPRD Kutim Usul Biaya Sekolah Swasta Ditekan, Kurangi Penumpukan di SMA/SMK Negeri

Arfan telah meninjau langsung kondisi Jalan Sangatta–Bengalon saat melakukan perjalanan dari Samarinda menuju Kutim. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan sejumlah ruas yang memerlukan penanganan segera.

"Kemarin saya melihat langsung beberapa titik. Memang itu merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai. Bahkan ada salah satu pekerjaan yang saya protes karena menurut saya penempatannya tidak terlalu banyak fungsinya," kata Arfan, Senin (13/7).

Dia menilai pelaksanaan pekerjaan di lapangan harus disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ada. Karena itu, dia telah menyampaikan langsung kepada pihak Balai agar lokasi yang paling rawan lebih dahulu ditangani dibanding pekerjaan yang dinilai belum mendesak.

Baca Juga: Warga Sangatta Utara Geger Dini Hari, Rumah di Gang Ajisaka Luluh Lantak Diamuk Jago Merah!

"Saya berharap kepada Balai agar setiap titik pekerjaan benar-benar melihat kondisi lapangan. Bahkan kemarin saya perlihatkan langsung titik-titik mana yang seharusnya menjadi prioritas," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, masih ada lima titik pekerjaan yang akan dilaksanakan di ruas Jalan Sangatta–Bengalon. Namun, pihak Balai menyampaikan keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam memenuhi seluruh kebutuhan penanganan jalan.

Meski demikian, Arfan menilai anggaran yang tersedia tetap harus difokuskan untuk menangani ruas yang kondisinya paling kritis, terutama titik longsoran yang berpotensi memutus akses jalan.

"Saya sampaikan anggaran yang ada harus dimaksimalkan supaya jalan-jalan yang kondisinya hampir putus bisa segera ditangani," tegasnya.

Selain Jalan Sangatta–Bengalon, Arfan juga meminta perhatian terhadap akses menuju kawasan wisata Pantai Sekerat di Kecamatan Bengalon. Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisata perlu diimbangi dengan kondisi jalan yang memadai agar perjalanan masyarakat dan wisatawan lebih aman.

"Selain mengandalkan APBD kabupaten dan provinsi, dukungan perusahaan sangat dibutuhkan agar pengunjung semakin mudah datang ke sana," pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#jalan sangatta-bengalon #perbaikan jalan #kutai timur #dprd kaltim #jalan longsor