Menurut Stephanie D. Lesmana, seorang ahli psikologi, afirmasi ini sangat penting untuk membentuk karakter dan mental yang sehat pada anak. Dengan kalimat yang positif, anak lebih percaya diri, tanpa takut gagal, dan banyak hal positif akan tumbuh di dalam dirinya.
Merangkum dari Bright Sight, simak afirmasi positif yang perlu didengar anak untuk meningkatkan rasa percaya diri.
- Aku Mencintaimu
Tiga kata ajaib ini sangat penting untuk perkembangan kesehatan anak, apalagi jika diberikan setiap hari. Penting juga untuk mendukung kata-katamu dengan tindakan, seperti menghabiskan waktu bersama, bermain, tertawa dan bercanda, dan mendengar kekhawatiran anak.
- “Aku minta maaf karena telah marah kepadamu”
Manusia melakukan kesalahan, penting untuk memiliki keberanian untuk mengakuinya dan meminta maaf pada anakmu. Cara ini juga mengonfirmasi bahwa Anda menghargainya sekaligus mengajarkan untuk meminta maaf bila ketika melakukan kesalahan.
- “Tidak apa-apa, ayo coba lagi”
Inilah yang harus Anda katakan kepada anak bila terjadi kegagalan. Sebab, anak harus menyadari bahwa setiap orang yang berhasil juga pernah melewati kegagalan. Dengan begitu, kegagalan membantu mengembangkan ketekunan, kesabaran, dan kualitas penting lainnya. Akan tetapi, yang paling penting adalah tunjukkan bahwa kegagalannya tidak akan berpengaruh pada seberapa besar kamu mencintainya.
- “Kamu ingin bermain apa hari ini, Nak?”
Dengan memberi anak hak untuk memilih, Anda mengajarinya untuk mendengarkan dirinya sendiri dan tidak takut untuk menolak tawaran yang bertentangan dengan keinginannya. Anak yang terus-menerus dipilihkan oleh orangtuanya, akan tumbuh menjadi pasif, bergantung, dan mudah dimanipulasi oleh orang lain.
- “Kamu pasti bisa, aku percaya padamu”
Merasa takut adalah manusiawi, namun keberanian adalah cara untuk mengatasi rasa takut menjadi tekad untuk berani melangkah. Saat Anda yakin dan percaya anakmu pasti bisa, mereka akan merasa mendapat dukungan dan belajar mengatasi rasa takut tersebut.
- “Ayo kita bereskan mainannya bersama-sama”
Secara tidak sadar, anak-anak mengujimu dengan perilaku buruknya. Misal, tidak membereskan mainannya. Mereka seolah-olah berkata, “Maukah kamu mencintaiku bahkan seperti ini?”, daripada marah, sebaiknya membereskan mainan bersama-sama.
- “Kamu semakin baik dari hari ke hari. Bagus sekali!”
Ungkapan seperti ini membantu anak merasakan dukungan dan kepercayaan padanya karena merasa dihargai. Selain itu, setiap penguatan positif menciptakan perasaan menyenangkan dan emosi positif yang menyebabkan perilaku yang disetujui untuk diulang.
Editor : Hernawati