Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspadai Perilaku Seseorang Ingin Divalidasi di Medsos

Dwi Puspitarini • Minggu, 16 Juni 2024 | 08:33 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang percaya diri (freepik.com)
Ilustrasi seorang wanita yang percaya diri (freepik.com)

 

KALTIMPOST.ID, Tak dimungkiri dalam kehidupan bermedia sosial (medsos), seseorang memiliki kebutuhan psikologis untuk memperoleh pengakuan dan persetujuan dari orang lain.

Dalam psikologi, hal ini disebut sebagai "kebutuhan untuk validasi" atau "kebutuhan untuk diterima".

Hal ini timbul karena manusia memiliki kebutuhan untuk merasa diterima dan dihormati oleh orang lain, sehingga mereka mencari cara untuk memperoleh pengakuan dan persetujuan dari orang lain.

Kebutuhan untuk validasi dapat timbul dari berbagai faktor, seperti kebutuhan untuk memperoleh pengakuan dan persetujuan dari orang lain, kebutuhan untuk merasa diterima dan dihormati, dan kebutuhan untuk memperoleh rasa aman dan stabil.

Dalam beberapa kasus, kebutuhan untuk validasi dapat menjadi sangat kuat sehingga seseorang akan melakukan apa pun untuk memperoleh pengakuan dan persetujuan dari orang lain, dengan melakukan tindakan yang tidak etis.

Termasuk berbohong atau menyebarluaskan informasi yang tidak benar (hoax).

Dalam konteks sosial, kebutuhan untuk validasi dapat timbul ketika seseorang merasa bahwa mereka tidak diterima atau tidak dihormati oleh orang lain.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kebutuhan untuk validasi dan bagaimana cara mengatasinya agar kita tidak terjebak dalam situasi yang tidak seimbang. (*)

 

Editor : Dwi Puspitarini
#pengakuan #psikologis #validasi #persetujuan