KALTIMPOST.ID, Baru-baru ini viral di medsos dua warga di Banjarmasin tewas karena kecubung. Keduanya masing-masing seorang pria dan wanita.
Mereka tewas dalam perawatan di RSJ Sambang Lihum karena sebelumnya mengonsumsi kecubung yang dioplos dengan obat-obatan dan alkohol.
Beberapa orang menyalahgunakan buah kecubung ini sebagai zat adiktif. Buah kecubung, si mungil berduri dengan pesona mematikan ini, telah lama dikenal sebagai tanaman penuh misteri dengan segudang manfaat dan bahaya.
Kecubung sebenarnya mengandung berbagai nutrisi penting, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, serta tanin dan flavonoid yang bersifat antioksidan.
Di balik kecantikannya yang eksotis, terkandung zat-zat alkaloid tropana, seperti atropin, skopolamin, dan hiosiamin yang berbahaya jika dikonsumsi.
Adapun bahaya dan gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat mengonsumsi kecubung, antara lain:
Manfaat yang Terkandung pada Kecubung
- Pereda nyeri alami
Ekstrak buah kecubung telah lama digunakan sebagai analgesik tradisional untuk meredakan berbagai nyeri, seperti sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri rematik.
Sifat antiinflamasi yang terkandung di dalamnya dipercaya mampu meredakan peradangan dan memberikan efek relaksasi pada otot.
- Meredakan masalah pernapasan
Bagi mereka yang menderita asma, bronkitis, atau batuk membandel, daun kecubung kering yang diisap bagaikan angin segar. Kandungannya membantu melonggarkan saluran pernapasan, melegakan dahak, dan meredakan sesak napas.
- Penawar panas tubuh
Ketika demam melanda, buah kecubung dipercaya dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Sifat antipiretiknya membantu melawan infeksi dan meredakan rasa tidak nyaman akibat demam.
Baca Juga: Lubang Biopori, Solusi Cegah Banjir dengan Sampah Organik di Lingkungan
- Mempercepat penyembuhan luka
Luka yang membandel dapat diobati dengan mengoleskan daun kecubung yang ditumbuk halus. Kandungan antiseptik dan antibakterinya membantu melawan infeksi, mempercepat proses penyembuhan, dan meredakan rasa sakit.
- Menjaga kesehatan pencernaan
Biji kecubung yang dihaluskan dan dicampur air dipercaya dapat membantu mengatasi diare dan disentri.
Kandungannya membantu mengikat racun dan mikroorganisme berbahaya dalam pencernaan, serta menormalkan kembali frekuensi buang air besar.
- Meredakan kegelisahan pikiran
Dalam dosis kecil yang terkontrol, buah kecubung dipercaya dapat memberikan efek menenangkan, meredakan kecemasan, dan membantu mengatasi insomnia.
Sifat sedatifnya membantu merilekskan saraf dan otot, sehingga memberikan ketenangan dan kualitas tidur yang lebih baik.
Dampak Negatif yang Mengintai
Tanaman kecubung menyimpan bahaya yang tak terduga jika disalahgunakan. Zat-zat alkaloidnya yang kuat dapat berakibat fatal jika tidak digunakan dengan tepat dan hati-hati. Berikut beberapa dampak negatif yang perlu diwaspadai:
- Perubahan pada fisik
Gejala keracunan buah kecubung yang dapat terlihat pada fisik, berupa mulut kering, penglihatan kabur, pupil melebar (midriasis), denyut jantung cepat (takikardia), demam, kemerahan pada kulit, retensi urine, dan kesulitan menelan.
- Perubahan psikologis dan neurologis
Penggunaan jangka panjang buah kecubung dapat menyebabkan gangguan mental serius seperti psikosis, skizofrenia, dan depresi.
Zat-zat alkaloidnya dapat mengganggu keseimbangan neurotransmitter di otak, sehingga memicu berbagai masalah kejiwaan.
Berupa perubahan psikologis dan neurologis, yaitu halusinasi yang mengerikan, kebingungan, bicara ngelantur, agitasi (gelisah), kejang, kelumpuhan, koma, kehilangan ingatan jangka pendek dan bahkan kematian.
- Kecanduan
Hati-hatilah, buah kecubung dapat menjerumuskan penggunanya menjadi kecanduan dan ketergantungan. Sifat psikoaktifnya dapat memberikan sensasi "high" yang menyenangkan, namun berakibat fatal jika tidak dikendalikan.
- Organ tubuh terancam
Konsumsi berlebihan buah kecubung dapat merusak organ-organ vital tubuh, seperti hati, ginjal, dan jantung. Zat-zat beracunnya dapat mengganggu fungsi organ dan menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan yang serius.
Mengingat potensi manfaat dan bahaya yang di kandungnya, penggunaan buah kecubung harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terkontrol. Berikut beberapa panduan keamanan yang perlu diperhatikan:
- Sebelum menggunakan buah kecubung, konsultasi dengan ahli, baik dokter atau ahli herbal tepercaya untuk mendapatkan panduan dan dosis yang tepat sesuai kondisi Anda.
- Jauhi penggunaan buah kecubung tanpa pengetahuan dan pengawasan yang memadai. Penggunaan yang tidak tepat dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa Anda.
- Hindari penggunaan buah kecubung jika Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung, glaukoma, atau epilepsi.
- Jangan mencampur buah kecubung dengan alkohol atau obat-obatan lain. Kombinasi ini dapat menimbulkan interaksi berbahaya dan memperparah efek samping.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Sebaiknya, hindari konsumsi tanaman kecubung. Jangan mengonsumsi bagian mana pun dari tanaman kecubung, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Edukasi diri dan orang lain tentang bahaya tanaman kecubung dan senyawa toksiknya.
Jika Anda menanam atau merawat tanaman kecubung, pastikan untuk melakukannya dengan hati-hati dan jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala mabuk kecubung, segera hubungi layanan darurat atau bawa korban ke rumah sakit secepat mungkin. Jangan mencoba memaksa korban untuk muntah kecuali disarankan oleh tenaga medis.
Berikan informasi dengan jelas tentang jumlah dan bagian tanaman yang dikonsumsi kepada tenaga medis agar segera mendapat penanganan serius. (*)
Editor : Dwi Puspitarini